PropertiTerkini.com, (BANDA ACEH ) — Pemerintah menegaskan kesiapan penuh Untuk mempercepat pembangunan huntap (hunian tetap) Untuk Komunitas terdampak bencana Ke sejumlah Daerah. Proses pembangunan disebut telah memasuki tahap akhir dan siap dieksekusi secara masif Ke 2026.
Hal tersebut disampaikan Maruarar Sirait, Pembantu Presiden Pembantu Presiden Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Untuk Pertemuan bersama Satgas Penyembuhan Pascabencana Dewan Perwakilan Rakyat RI yang digelar Ke Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga: Permen PKP 18/2025: 4 Skor Penting Atur Perizinan, Pengawasan, dan Pembatasan Usaha Perumahan
Menurut Maruarar, seluruh tahapan krusial pembangunan huntap telah disiapkan secara komprehensif, mulai Untuk penetapan lokasi clear and clean, pendataan by name by address (BNBA), penyusunan detail engineering design (DED), hingga proses lelang dan pembangunan fisik.
“Kami sudah siap. Di ini kami berada Ke tahap paling ujung, yaitu pembangunan hunian tetap,” ujar Maruarar.
Berdasarkan data terakhir per Jumat, 9 Januari 2026, total Rumah terdampak bencana Ke tiga provinsi mencapai Disekitar 189.308 unit.
Ke Provinsi Aceh, tercatat 64.740 Rumah rusak ringan, 40.103 rusak Lagi, 29.527 rusak berat, dan 13.969 unit hanyut.
Sambil Ke Sumatera Utara terdapat 18.341 Rumah rusak ringan, 3.616 rusak Lagi, 5.149 rusak berat, dan 937 unit hanyut.
Baca Juga: Dirjen Kawasan Permukiman Siap Bangun Huntap Untuk Korban Bencana Ke Sumatera Barat
Adapun Ke Sumatera Barat tercatat 6.627 Rumah rusak ringan, 2.842 rusak Lagi, 2.666 rusak berat, dan 791 unit hanyut.
Data tersebut menjadi dasar Pendesainan pembangunan huntap yang Akansegera dilakukan secara bertahap dan terukur, Bersama prioritas Daerah paling siap secara administratif dan teknis.
Maruarar menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan lahan relokasi Ke sejumlah titik strategis. Ke Provinsi Aceh, terdapat 153 lahan Ide lokasi, yang berasal Untuk:
Baca Juga: 1.464 Usaha Terbaru Tumbuh, Kawasan Maggiore Gading Serpong Kian Fenomenal Dari Sebab Itu Magnet Penanaman Modal
Ke Di Yang Sama, Ke Sumatera Utara tersedia 16 lokasi, dan Ke Sumatera Barat 28 lokasi. Total luas lahan yang disiapkan mencapai 473 hektare Ke Aceh, 58 hektare Ke Sumatera Utara, dan 53 hektare Ke Sumatera Barat.
Tiga Kriteria Utama Lokasi Pembangunan Huntap dan Target Mulai Konstruksi
Untuk pembangunan huntap, Maruarar menegaskan pemerintah menetapkan tiga kriteria utama yang tidak bisa ditawar.
Pertama, lokasi harus aman Untuk potensi bencana lanjutan, seperti Genangan Air, Gelombang Laut Tinggi, maupun longsor.
Kedua, lahan harus clear secara hukum dan tidak menimbulkan sengketa Ke Setelahnya Itu hari.
Ketiga, lokasi huntap harus Disekitar Bersama ekosistem kehidupan Komunitas, seperti ladang, tempat kerja, sekolah, dan pasar.
“Kami ingin Komunitas bisa melanjutkan kehidupan secara normal, bukan sekadar pindah Rumah,” tegasnya.
Untuk mempercepat realisasi, Maruarar mengusulkan agar proses penganggaran dan pengadaan Produk dan jasa dilakukan Bersama prinsip percepatan.
Baca Juga: Strategi KPR Pasutri Terbaru: 5 Langkah Cerdas Atur Keuangan Untuk Rumah Pertama
Pemerintah menargetkan pembangunan fisik huntap sudah bisa dimulai Februari 2026.
“Kami siap memulai Untuk Aceh Tamiang, yang sudah lebih dulu mengirimkan surat kesiapan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan satu data nasional sebagai rujukan utama, guna memastikan akurasi, transparansi, dan Kecepatanakses Untuk penanganan pascabencana.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga Di: PropertiPlus.com
*** Baca berita lainnya Ke GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: [email protected]
Email Iklan: [email protected]
Artikel ini disadur –> propertiterkini.com Indonesia: 189.308 Rumah Rusak, Pemerintah Siap Percepat Pembangunan Huntap Pascabencana











