Properti Jawa Timur 2026 Masuk Fase Matang, Gudang dan Ruko Pimpin Pasar

PropertiTerkini.com, (SURABAYA) — Properti Jawa Timur 2026 Menunjukkan arah pasar yang Lebih matang dan rasional, seiring meredanya tekanan suku bunga, stabilnya Situasi politik, serta penyesuaian pelaku pasar Pada dinamika ekonomi Dunia.

Kegiatan transaksi tidak lagi bergerak agresif, Tetapi lebih selektif dan terukur, baik Ke segmen hunian maupun komersial.

Baca Juga: Strategi Broker Properti Surabaya: 7 Perubahan Perilaku Konsumen yang Mengubah Peta Pasar

Rudy Sutanto, Principal JAVA Property sekaligus Dewan Penasihat AREBI Dewan Perwakilan Daerah Jawa Timur, menilai bahwa Jawa Timur tetap menjadi salah satu pasar properti paling Bersaing Ke Indonesia, Tetapi Bersama karakter yang Lebih dewasa.

“Market properti Ke Jawa Timur sudah Bersaing dan relatif sehat Ke masing-masing segmen. Bukan pasar yang meledak cepat, tetapi bergerak stabil dan rasional,” ujar Rudy Sutanto kepada PropertiTerkini.com.

Menurutnya, pasar properti 2026 bukan lagi tentang siapa yang paling cepat berspekulasi, melainkan siapa yang paling tepat membaca kebutuhan dan fungsi properti.

Rudy menjelaskan bahwa pasar properti Jawa Timur Di ini berada Di Situasi Bersaing dan relatif sehat Ke hampir seluruh segmen.

Baca Juga: PPN DTP 2026 Bersama Sebab Itu Penentu Arah Pasar Hunian, Konsumen Makin Selektif

Jika dibandingkan Bersama Provinsi Banten dan Jawa Barat yang sangat bergantung Ke Perkembangan ekonomi regional, Jawa Timur dinilai lebih stabil.

“Yang Lagi naik daun justru Jawa Ditengah Sebab banyak relokasi dan alokasi pabrik Di provinsi lain. Sambil Jawa Barat memang masih terlihat seksi Sebab proyek-proyek PSN, termasuk Pembuatan kawasan industri Produsen Kendaraan dan petrokimia yang menyasar investor China,” jelas Rudy.

Situasi inilah yang membuat segmen komersial tampil cukup dominan Ke Surabaya.

Gudang dan Ruko Pimpin Transaksi Properti Surabaya

Ke segmen hunian, Tempattinggal tapak masih menjadi pilihan utama dan dinilai lebih prospektif.

Sambil Itu, hunian vertikal atau apartemen berada Ke posisi kedua, terutama Untuk pembeli yang mengutamakan kedekatan Bersama lokasi kerja dan pusat Usaha.

Baca Juga: Free PPN 2026 Bersama Sebab Itu Momentum, Paramount Land Hadirkan Promo Properti Ke Dua Kawasan Unggulan

Tetapi, pola permintaan hunian yang cenderung selektif ini justru berbanding lurus Bersama meningkatnya Kegiatan ekonomi dan kebutuhan ruang usaha.

Ke Ditengah pergeseran pasar, properti komersial—khususnya gudang dan ruko—menjadi Kendaraan Bermotor Roda Dua utama transaksi Ke Surabaya dan kawasan sekitarnya.

Permintaan yang kuat datang Di sektor Ekspedisi, perdagangan, serta Kegiatan Pabrik dan distribusi yang terus bergerak.

Rudy menegaskan bahwa gudang Di ini tidak hanya diminati Di sisi jual beli, tetapi juga sewa, menjadikannya aset Bersama arus kas yang jelas.

“Gudang sangat prospektif dan Di ini lebih dominan menguasai transaksi properti, baik sewa maupun jual beli. Ini sejalan Bersama Perkembangan Kegiatan Ekspedisi dan perdagangan,” jelasnya.

Sambil Itu, ruko tetap menjadi pilihan utama pelaku usaha lokal Ke Surabaya Sebab fleksibilitas fungsi dan biaya operasional yang relatif lebih efisien dibandingkan gedung perkantoran konvensional.

Baca Juga: Hunian Sehat Bersama Sebab Itu Gaya 2026: Alasan Properti Berkonsep Healthy Living Makin Diminati

Hunian Kelas Menengah Atas Makin Selektif

Berbeda Bersama segmen komersial, pasar hunian Ke Surabaya bergerak lebih selektif, terutama Ke kelas menengah atas.

Permintaan tetap ada, Tetapi pembeli kini jauh lebih rasional Di menilai harga, lokasi, reputasi pengembang, serta kesiapan unit.

Rudy menyebutkan bahwa Di ini suplai hunian sudah berada Ke titik yang lebih ideal, seiring strategi pengembang yang menahan peluncuran unit Di jumlah besar.

“Developer sekarang lebih berhitung. Launching klaster Mutakhir tidak banyak, rata-rata 30–50 unit saja, agar harga tetap terjaga dan sesuai Bersama kekuatan demand,” kata Rudy.

Pendekatan ini dinilai mampu menjaga Kesejaganan pasar dan mencegah tekanan harga akibat oversupply.

Harga Tanah Stagnan, Koreksi Menjadi Potensi

Di sisi harga, tanah dan Tempattinggal Ke Surabaya cenderung stagnan, Justru Merasakan koreksi terbatas Ke beberapa lokasi.

Tetapi Situasi ini justru membuka Potensi Untuk pembeli dan investor yang jeli membaca momentum.

Baca Juga: OneSmartServices Perluas Layanan Di Seluruh KEK Indonesia, Perkuat Infrastruktur Digital Penanaman Modal Di Negeri

“Harga memang tidak agresif naik, ada koreksi turun Ke beberapa titik, tapi masih marketable. Ini Potensi Untuk pembeli yang siap dan cepat Memutuskan keputusan,” ujar Rudy.

Ia menegaskan bahwa 2026 lebih tepat disebut sebagai tahun akumulasi aset, bukan tahun spekulasi.

Situasi pasar properti Ke 2026 juga masih berpihak Ke pembeli. Rudy Sutanto menilai, pasar Di ini masih berada Di fase buyer’s market, yang ditandai Bersama jumlah listing properti—baik Sebagai jual maupun sewa—yang lebih banyak dibandingkan Perkembangan permintaan.

“Indikatornya terlihat Di banyaknya titip jual dan sewa Di investor Di kantor broker, Sambil Perkembangan buyer tidak berbanding lurus Bersama suplai, terutama Ke sektor hunian,” ujar Rudy.

Berbeda Bersama hunian, suplai gudang komersial justru cenderung lebih seimbang Sebab ditopang permintaan Di investor dan pelaku usaha luar negeri, seiring meningkatnya Kegiatan Ekspedisi dan Perdagangan Masuk Negeri.

Baca Juga: Properti Makassar Naik 1,7%, Bersama Sebab Itu Bintang Pasar Tempattinggal Ke Luar Jawa Akhir 2025

Data Colliers: Pasar Properti Surabaya Bergerak Moderat dan Terkendali

Pandangan praktisi tersebut sejalan Bersama Studi terbaru Colliers Indonesia. Di Q4 2025 Colliers Media Briefing, Surabaya diproyeksikan Merasakan Terapi bertahap Bersama Perkembangan moderat, didukung Bersama pasok yang sangat terbatas hingga 2028

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menilai Situasi ini justru menjadi faktor penyeimbang pasar.

“Sebagai Surabaya, hampir tidak ada tambahan pasok Mutakhir hingga 2028. Ini Situasi yang positif Sebab menjaga Kesejaganan supply dan demand,” ujar Ferry Salanto Di media briefing Colliers, Ke Rabu (7/1/2026).

Colliers mencatat tingkat hunian perkantoran Surabaya berada Ke kisaran 65% Ke akhir 2025, Bersama pasar masih condong Di tenant’s market.

Ruko tetap menjadi pesaing kuat gedung kantor, terutama Untuk perusahaan lokal dan Pelaku Ekonomi Kecil yang membutuhkan fleksibilitas ruang usaha.

Baca Juga: Akuisisi PKSI Rp174,8 Miliar, DADA Ekspansi Di Usaha Tempattinggal Tapak

Ke sektor apartemen, tidak adanya proyek Mutakhir yang selesai sepanjang 2025 memberi ruang Untuk pasar Sebagai menyesuaikan diri Setelahnya lonjakan suplai Ke tahun-tahun Sebelumnya.

Pembeli kini lebih berhati-hati dan memprioritaskan proyek Bersama reputasi pengembang yang kuat.

“Pembeli apartemen Ke Surabaya sekarang lebih selektif. Unit yang sudah Bersama Sebab Itu atau mendekati serah terima lebih diminati,” jelas Ferry.

Salah satu ruko yang dijual Ke Area Surabaya, mencerminkan kuatnya permintaan properti komersial Di pasar Properti Jawa Timur 2026. (Dok. northwestcitraland.raywhite.co.id)

Infrastruktur Tetap Menjadi Katalis Utama

Baik Rudy maupun Colliers sepakat bahwa infrastruktur, khususnya jalan tol dan konektivitas kawasan industri, tetap menjadi katalis utama Perkembangan properti Jawa Timur.

Akses yang baik tidak hanya Mendorong kenaikan nilai lahan, tetapi juga mempercepat likuiditas aset.

Baca Juga: Saham Bonus 25:12, RISE Naikkan Modal Dasar Rp3 Triliun Sebagai Perkuat Ekspansi Properti

Bersama kombinasi pasar yang lebih rasional, suplai terkendali, serta Pemberian infrastruktur, Properti Jawa Timur 2026 diproyeksikan bergerak stabil dan berkelanjutan.

***
Sebagai berita santai yang tak kalah serumampir juga DiPropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya Ke GoogleNews

——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: [email protected]
Email Iklan: [email protected]

Artikel ini disadur –> propertiterkini.com Indonesia: Properti Jawa Timur 2026 Masuk Fase Matang, Gudang dan Ruko Pimpin Pasar