Ringkasan Artikel:
- Jakarta Pusat mencatat kenaikan minat properti tertinggi secara nasional sebesar 0,9 persen YoY.
- Harga Rumah sekunder nasional tumbuh 0,8 persen YoY, masih Di bawah tingkat Ketidakstabilan Ekonomi sebesar 3,2 persen.
- Makassar, Medan, dan Denpasar mencatat Kemajuan harga Rumah tertinggi, masing-masing sebesar 9,5 persen, 8,9 persen, dan 7,4 persen YoY.
Minat pencari properti Di Jabodetabek Lebihterus selektif Untuk menentukan pilihan Rumah berdasarkan harga, luas bangunan, dan lokasi.
Berdasarkan Flash Report September 2026 by Rumah123, Jakarta Pusat mencatat kenaikan proporsi popularitas pencarian properti tertinggi secara tahunan Di Indonesia, sebesar 0,9 persen.
Kenaikan proporsi popularitas pencarian juga tercatat Di Bogor sebesar 0,3 persen, serta Bekasi, Batam, dan Jakarta Utara yang masing-masing naik 0,2 persen.
Di sisi lain, Depok Merasakan penurunan proporsi popularitas pencarian terbesar secara tahunan sebesar 0,5 persen, disusul Semarang dan Jakarta Timur yang masing-masing turun 0,4 persen.
Perubahan Ketertarikan Pencari Properti

Indikator popularitas lokasi tersebut menggambarkan perubahan porsi ketertarikan pencari properti Pada suatu Daerah dibandingkan Daerah lain Di periode yang sama.
Lantaran itu, data ini Menunjukkan jumlah transaksi, tetapi menjadi sinyal awal mengenai lokasi yang Lebihterus banyak atau Lebihterus sedikit dipertimbangkan Dari pencari properti.
Head of Market Research Rumah123, Marisa Jaya, mengatakan bahwa perubahan ketertarikan pencari properti tersebut Menunjukkan konsumen Lebihterus memperhitungkan nilai keseluruhan sebuah hunian, bukan hanya harga beli atau potensi kenaikan nilai properti.
“Pencari properti Pada ini Lebihterus menghitung nilai waktu. Mereka tidak hanya bertanya apakah harga rumahnya sesuai kemampuan, tetapi juga apakah lokasi tersebut membuat rutinitas sehari-hari lebih efisien. Waktu tempuh, akses Pada tempat kerja dan fasilitas keluarga, serta biaya mobilitas menjadi pertimbangan yang makin nyata Untuk proses memilih hunian,” ujar Marisa.
Area Penyangga Masih Memperoleh Daya Tarik

Di pergerakan bulanan, arah minat pencari properti terlihat lebih beragam.
Bogor mencatat kenaikan proporsi popularitas pencarian terbesar Di Jabodetabek, sebesar 0,2 persen, disusul Jakarta Barat dan Bekasi yang masing-masing naik 0,1 persen.
Sambil Itu, penurunan proporsi popularitas bulanan terbesar terjadi Di Bandung Barat sebesar 0,7 persen, Denpasar sebesar 0,6 persen, dan Karawang sebesar 0,4 persen.
Menurut Marisa, data tersebut tidak berarti kawasan penyangga kehilangan daya tarik secara menyeluruh.
Pergerakan Bogor dan Bekasi Menunjukkan bahwa Daerah penyangga Di Kesejajaran Antara akses, fasilitas, dan harga masih Memikat perhatian pencari properti.
Akan Tetapi, konsumen kini Lebihterus membedakan kawasan yang dapat mendukung Mutu hidup sehari-hari Di kawasan yang membutuhkan kompromi perjalanan lebih besar.
“Yang dicari konsumen bukan semata-mata pusat kota atau pinggiran kota. Mereka mencari lokasi yang paling sesuai Di kebutuhan hidupnya. Untuk konteks ini, Rumah sekunder yang lebih compact, apartemen, atau properti yang membutuhkan renovasi Di lokasi strategis dapat menjadi alternatif yang relevan Untuk sebagian pencari Rumah,” kata Marisa.
Baca juga:
Rata-Rata Fluktuasi Harga Rumah per Tahun yang Perlu Diketahui Investor Properti
Kemajuan Harga Rumah Sekunder

Di tingkat tahunan, Bogor memimpin Kemajuan harga Rumah sekunder Di Jabodetabek sebesar 3,2 persen, diikuti Bekasi 1,9 persen, Depok 0,4 persen, dan Jakarta 0,2 persen.
Data tersebut Menunjukkan bahwa kenaikan minat pencarian Di Daerah inti Jakarta belum otomatis diterjemahkan menjadi Fluktuasi Harga tercepat.
Pasar properti Jabodetabek bergerak Di karakter yang berbeda Di setiap kota dan koridor hunian.

Secara nasional, Kemajuan harga Rumah sekunder juga Menunjukkan ketimpangan yang lebar antarkota.
Makassar mencatat Fluktuasi Harga tahunan tertinggi sebesar 9,5 persen, diikuti Medan 8,9 persen dan Denpasar 7,4 persen.
Ketiga kota tersebut tumbuh jauh Di atas rata-rata nasional sebesar 0,8 persen.
Sambil Itu, Jakarta, Surabaya, dan Surakarta masing-masing hanya mencatat Kemajuan 0,2 persen, 0,3 persen, dan 0,1 persen.
VP of Marketing Rumah123, Firman Pamungkas, mengatakan ketimpangan Kemajuan antarkota Menunjukkan bahwa rata-rata nasional tidak cukup Sebagai memahami Situasi pasar properti secara utuh.
“Pasar properti Indonesia tidak bergerak serempak. Minat pencarian, harga, serta pasokan dapat bergerak berbeda Di setiap kota. Jakarta Pusat yang memimpin Kemajuan perhatian pencari properti Menunjukkan kuatnya nilai lokasi Di area inti, Sambil Itu Kemajuan harga tertinggi Di Makassar, Medan, dan Denpasar Menunjukkan bahwa fundamental pasar lokal tetap menjadi penggerak utama,” ujar Firman.
Beberapa Kota Merasakan Penurunan Harga
Kendati 11 Di 13 kota Untuk indeks mencatat Fluktuasi Harga secara tahunan Di Agustus 2026, delapan kota Di antaranya justru Merasakan penurunan harga secara bulanan.
Situasi tersebut Menunjukkan bahwa pasar Rumah sekunder Ditengah memasuki fase normalisasi.
Harga tidak turun secara serentak, tetapi pertumbuhannya tidak lagi merata dan sangat dipengaruhi Dari Situasi lokal.
Konteks keterjangkauan juga menjadi penting. Di Ketidakstabilan Ekonomi tahunan sebesar 3,2 persen, Kemajuan harga Rumah sekunder nasional sebesar 0,8 persen masih berada 2,4 Nilai persentase Di bawah kenaikan biaya hidup.
Di Pada yang sama, volume suplai Rumah sekunder turun 0,5 persen secara bulanan dan stagnan secara tahunan.
Untuk Situasi pasar seperti ini, pencari properti Memperoleh alasan lebih besar Sebagai membandingkan pilihan berdasarkan lokasi, harga, serta kebutuhan hidup jangka panjang, bukan semata-mata mengejar luas Rumah atau harga terendah.
Baca juga:
Analisis Pasar Properti: Pentingnya Memanfaatkan Data Sebelumnya Memutuskan Keputusan Usaha
Tangerang Dominasi Porsi Pencarian Properti
Tangerang masih menjadi kota Di proporsi popularitas pencarian properti terbesar Di Agustus 2026, sebesar 14,6 persen.
Jakarta Selatan berada Di posisi berikutnya Di 13,0 persen, disusul Jakarta Barat sebesar 10,4 persen.
Data ini Menunjukkan bahwa perhatian pencari properti masih terkonsentrasi Di sejumlah pasar utama Di Jabodetabek.
“Untuk pelaku industri, data ini menjadi pengingat bahwa produk properti tidak cukup hanya menawarkan ruang yang lebih besar atau harga yang lebih rendah. Konsumen Lebihterus ingin mengetahui konsekuensi nyata Di setiap pilihan lokasi. Lantaran itu, pengembang, pemilik properti, dan investor perlu membaca kebutuhan pasar secara lebih lokal dan lebih spesifik,” kata Firman.
Baca juga:
6 Cara Membaca Tren Pasar Properti agar Tidak Salah Ambil Keputusan Penanaman Modal Untuk Negeri
***
Lewat data pasar Flash Report Rumah123 dan pilihan properti yang tersedia Di platformnya, Rumah123 membantu Kelompok membandingkan harga, lokasi, tipe properti, serta karakter kawasan Sebagai Memutuskan keputusan hunian yang lebih terinformasi dan sesuai kebutuhan jangka panjang.
Sebagai informasi dan pilihan properti terbaik Di berbagai official developer, kunjungi Rumah123 sekarang juga.
Semoga informasinya bermanfaat.
Jakarta Pusat mencatat kenaikan proporsi popularitas pencarian properti tertinggi secara tahunan, yaitu sebesar 0,9 persen. Harga Rumah sekunder nasional tumbuh 0,8 persen secara tahunan Di Agustus 2026, masih Di bawah tingkat Ketidakstabilan Ekonomi sebesar 3,2 persen. Makassar mencatat Kemajuan harga Rumah tertinggi sebesar 9,5 persen secara tahunan, diikuti Medan sebesar 8,9 persen dan Denpasar sebesar 7,4 persen. Perubahan minat pencari properti Di Jabodetabek berbeda Di setiap Daerah. Jakarta Pusat, Bogor, Bekasi, dan Jakarta Utara mencatat kenaikan proporsi popularitas pencarian secara tahunan. Pencari properti Lebihterus Mengkaji waktu tempuh, akses Di tempat kerja dan fasilitas keluarga, serta biaya mobilitas selain harga dan luas Rumah. Tangerang Memperoleh proporsi popularitas pencarian properti terbesar Di Agustus 2026, yaitu 14,6 persen, diikuti Jakarta Selatan sebesar 13,0 persen dan Jakarta Barat sebesar 10,4 persen.FAQ
Kota mana yang mencatat kenaikan minat properti tertinggi?
Bagaimana Kemajuan harga Rumah sekunder secara nasional?
Kota mana yang mencatat Kemajuan harga Rumah tertinggi?
Apakah minat pencari properti Di Jabodetabek Meresahkan?
Mengapa lokasi Lebihterus penting Untuk pencari properti?
Kota mana yang Memperoleh proporsi pencarian properti terbesar?
Artikel ini disadur –> rumah123.com Indonesia: Jakarta Pusat Catat Kenaikan Minat Pencari Properti Tertinggi, Ini Buktinya!











