PropertiTerkini.com, (BEKASI) — Perkembangan kota yang Lebihterus pesat, diikuti keterbatasan lahan dan Permintaan mobilitas tinggi, Merangsang Kelompok mulai melirik hunian vertikal sebagai solusi tempat tinggal yang lebih efisien dan terintegrasi Di kebutuhan hidup urban.
Pandangan tersebut sejalan Di pernyataan Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, yang menilai bahwa arah permukiman Ke Didepan perlu lebih fokus Di Pembuatan hunian vertikal agar Perkembangan kota dapat berlangsung lebih tertata dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kota Bekasi Bertransformasi Ke Kota Metropolis
Menurutnya, kota tidak bisa terus berkembang secara horizontal tanpa memunculkan persoalan Terbaru, mulai Untuk beban infrastruktur, kemacetan, hingga tekanan Di lingkungan.
Hunian Vertikal dan Perubahan Arah Permukiman Urban
Perkembangan kota selalu diikuti Dari perubahan pola bermukim warganya. Ketika lahan Lebihterus terbatas dan jarak tempuh menjadi Topik utama, hunian horizontal tidak lagi selalu menjadi pilihan paling efisien.
Untuk konteks inilah hunian vertikal mulai diposisikan sebagai Pada Untuk strategi penataan kota.
Dedi Untuk berbagai kesempatan menekankan bahwa hunian vertikal bukan sekadar pilihan bentuk bangunan, melainkan pendekatan Pendesainan kota.
Kota yang tumbuh cepat memerlukan hunian yang selaras Di mobilitas, akses layanan publik, dan Ketahanan lingkungan.
Baca Juga: Summarecon Awards 2026: Resep Jitu Penjualan Properti Melejit 27% Di Era Emas
Hunian vertikal memungkinkan konsentrasi penduduk yang lebih terkelola, sekaligus mendukung efisiensi infrastruktur dan transportasi.
Apartemen tidak lagi sekadar alternatif, melainkan Pada Untuk solusi Untuk Memangkas tekanan perluasan kota yang tidak terkendali (urban sprawl).
Perubahan Life Style Kelompok urban—khususnya generasi produktif—ikut memperkuat arah ini.
Kedekatan Di pusat Kegiatan, akses transportasi, serta ketersediaan fasilitas menjadi faktor utama Untuk memilih hunian.
Minat Hunian Vertikal Menguat, Pasar Mulai Bergerak
Penguatan minat Di hunian vertikal juga tercermin Untuk data pasar. Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, menyampaikan bahwa pasar apartemen Menunjukkan perbaikan minat beli sepanjang 2025.
“Permintaan apartemen jual Di Jakarta Menimbulkan Kekhawatiran dibandingkan tahun Sebelumnya, Walaupun pasok Terbaru relatif lebih rendah Lantaran beberapa proyek menyesuaikan jadwal penyelesaian,” ujar Ferry Untuk media breafing Di Januari lalu.
Baca Juga: Bebas Macet Ke Jakarta! Jalur MRT Koridor Timur-Barat Bakal Tembus Summarecon Serpong dan Tangerang
Secara tahunan, Colliers mencatat bahwa jumlah unit apartemen yang terserap Di 2025 lebih tinggi Disekitar 300 unit dibandingkan 2024.
Permintaan terutama datang Untuk segmen menengah dan menengah atas, yang kini menjadi tulang punggung pasar apartemen Jakarta.
Hal ini senada Di hasil Kajian Rumah123, yang mencatat bahwa sepanjang semester I 2025 pasar apartemen Di Jabodetabek Menunjukkan momentum Perkembangan yang solid Di seluruh rentang harga.
Segmen Rp3–5 miliar mencatat Perkembangan paling signifikan sebesar 64,5%, diikuti Dari segmen Di atas Rp5 miliar sebesar 63,2% serta segmen Rp1–3 miliar yang tumbuh 52,2%.
Menariknya, permintaan tidak hanya terkonsentrasi Di segmen menengah dan premium. Segmen Di bawah Rp400 juta dan Rp400 juta–1 miliar juga masih membukukan Perkembangan kuat, masing-masing sebesar 48,9% dan 40,3%.
Data ini Menunjukkan bahwa kenaikan minat Di apartemen terjadi secara menyeluruh, baik Di kelas entry-level maupun high-end.
Baca Juga: Tahun Kuda Api Memanas, KPR Take Over Karena Itu Solusi Jinakkan Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa yang Bakar Harga Rumah
Jika dibandingkan Di semester II 2024, Gaya positif tersebut Justru berlanjut Di kenaikan Di kisaran 28–44%, menegaskan bahwa permintaan apartemen Menimbulkan Kekhawatiran secara merata Di semua level harga dan mencerminkan Penyembuhan kepercayaan konsumen Di hunian vertikal sebagai instrumen tinggal maupun Penanaman Modal Asing.
Hunian Vertikal sebagai Respons Kota yang Bertumbuh
Kota-kota penyangga Jakarta menjadi contoh nyata bagaimana Perkembangan Area menuntut perubahan pendekatan hunian.
Bekasi, misalnya, kini berkembang menjadi kota Di ekosistem hunian, komersial, dan Life Style yang Lebihterus lengkap dan modern.
Untuk konteks ini, pernyataan Dedi Mulyadi kembali relevan. Ia menilai bahwa kota penyangga harus mulai mengedepankan hunian vertikal agar Perkembangan tidak menimbulkan ketimpangan ruang dan beban infrastruktur yang berlebihan.
Hunian vertikal memungkinkan pemanfaatan lahan yang lebih optimal dan mendukung Prototipe kota yang lebih ringkas, efisien, serta terhubung.
Baca Juga: Summarecon Mall Bekasi 2 Resmi Dibuka: Ubah Wajah Bekasi Karena Itu Kiblat Lifestyle Modern
Terlebih, Pembuatan hunian kini Lebihterus berkaitan Di Prototipe Transit Oriented Development (TOD), dimana kedekatan Di transportasi publik menjadi nilai utama.
Karenanya, hunian vertikal bukan sekadar pilihan individu, melainkan Pada Untuk arah pembangunan kota yang lebih terencana.
The SpringLake View Apartment, Jawaban Hunian Urban Di Bekasi

Seiring perubahan kebutuhan Kelompok, apartemen modern tidak lagi dirancang hanya sebagai tempat tinggal.
Prototipe hunian vertikal berkembang menjadi ruang hidup terpadu, yang menyatukan fungsi hunian, Kegiatan harian, dan fasilitas penunjang Untuk satu kawasan.
Model ini Lebihterus diminati Lantaran menawarkan efisiensi waktu dan Standar hidup yang lebih baik.
Untuk penghuni, lingkungan yang sudah matang dan fasilitas yang siap pakai menjadi Kelebihan utama.
Baca Juga: Strategi Pasar Properti 2026: Menakar Lonjakan Pasokan Apartemen dan Dominasi Pengiriman
Di Bekasi, pendekatan ruang hidup terpadu tercermin Di The SpringLake View Apartment, yang berada Di Untuk kawasan Summarecon Bekasi.
Apartemen ini juga diuntungkan Di kehadiran fasilitas komersial terbaru Di jantung kawasan, yakni Summarecon Mall Bekasi 2 (SMB 2) yang Terbaru diresmikan beberapa waktu lalu.
Kehadiran SMB 2 bukan hanya menambah pilihan ritel dan hiburan, tetapi juga Memperbaiki traffic kawasan secara signifikan—faktor yang penting Untuk nilai hunian vertikal Di sekitarnya.
Untuk sisi akses Pembelajaran, lokasi apartemen ini juga relatif Disekitar Di sejumlah institusi ternama, seperti BINUS University, sekolah Al Azhar, serta BPK PENABUR.
Kedekatan Di pusat Pembelajaran unggulan menjadi nilai tambah tersendiri, baik Untuk keluarga muda yang mencari hunian jangka panjang maupun investor yang menyasar pasar mahasiswa dan tenaga pendidik sebagai potensi penyewa.
Ekosistem komersial yang mengitari kawasan turut memperkuat daya tariknya. Ratusan unit komersial telah beroperasi Di Summarecon Bekasi—mulai Untuk ruko, restoran, kafe, perkantoran hingga layanan jasa—menciptakan kawasan yang hidup sepanjang hari.
Baca Juga: Buruan Cek! Klaster NuOne Grand Wisata Bekasi Karena Itu Incaran Keluarga Muda Di Tahun 2026
Kegiatan ekonomi yang terus bergerak ini menjadi indikator penting Untuk Ketahanan nilai properti, Lantaran permintaan hunian umumnya tumbuh seiring berkembangnya pusat komersial.
Di kombinasi pusat perbelanjaan yang terus berkembang, kedekatan Di institusi Pembelajaran ternama, serta Pemberian ratusan unit komersial Di Untuk kawasan, The SpringLake View Apartment tidak hanya menawarkan kemudahan hidup sehari-hari, tetapi juga memperkuat prospek apresiasi nilai dan stabilitas permintaan sewa Di masa mendatang.
Penghuni dapat menikmati fasilitas kota tanpa harus menunggu kawasan “Karena Itu” terlebih dahulu—sebuah faktor krusial Untuk menilai kenyamanan tinggal dan potensi nilai jangka panjang.
Selain fungsi hunian, apartemen Di Prototipe terpadu juga menawarkan fleksibilitas pemanfaatan unit.
Unit dapat difungsikan sebagai tempat tinggal pribadi, disewakan, atau disiapkan sebagai aset jangka menengah seiring meningkatnya permintaan hunian Di kawasan urban.
Nilai tambah lainnya datang Untuk Ide Pembuatan TOD Di kawasan Summarecon Bekasi.
Baca Juga: Wisatawan Lokal Hotel Indonesia Menimbulkan Kekhawatiran: Ini 5 Gaya Terbaru yang Wajib Anda Tahu
Integrasi Di transportasi publik membuka Potensi mobilitas harian yang lebih efisien tanpa harus selalu bergantung Di kendaraan pribadi.
Apartemen yang terhubung Di pusat Kegiatan kota dan jaringan transportasi seperti ini cenderung Memperoleh likuiditas lebih baik dibanding hunian yang tidak didukung ekosistem kawasan.
Untuk perspektif Penanaman Modal Asing, hunian vertikal yang menyatu Di kawasan komersial dan Life Style Menampilkan dua Kelebihan utama: daya sewa yang stabil serta potensi apresiasi nilai yang berkelanjutan.
Hunian Vertikal dan Arah Kota Masa Didepan

Menguatnya minat Di hunian vertikal menegaskan bahwa apartemen kini menjadi Pada penting Untuk strategi hidup urban.
Seperti disampaikan Dedi Mulyadi, kota masa Didepan membutuhkan hunian yang tidak hanya layak huni, tetapi juga selaras Di mobilitas, lingkungan, dan Standar hidup warganya.
Hunian vertikal menjawab kebutuhan tersebut Di menawarkan efisiensi ruang, konektivitas, dan Pendesainan yang lebih terukur.
Baca Juga: Harga Rumah Di Bekasi dan Depok Naik Lagi, Masihkah Worth It Untuk Penanaman Modal Asing Di 2026?
Lantaran Di akhirnya, masa Didepan kota tidak hanya ditentukan Dari seberapa luas ia berkembang, tetapi Dari seberapa cerdas ia dirancang Untuk ditinggali.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga Ke: PropertiPlus.com
*** Baca berita lainnya Di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: [email protected]
Email Iklan: [email protected]
Artikel ini disadur –> propertiterkini.com Indonesia: Hunian Vertikal, Jawaban Kota Masa Didepan yang Terus Bertumbuh











