Pasar Properti Siap Masuk Fase Terbaru Ke 2026

flash report januari 2026

Foto: Ilustrasi | Pixabay

Pasar properti Indonesia menutup tahun 2025 Bersama sinyal stabilisasi yang Lebihterus jelas Setelahnya melewati periode penyesuaian sepanjang tahun.

Data Flash Report Januari 2026 by Rumah123 mencatat bahwa Di Desember 2025, harga Rumah seken nasional kembali naik tipis sebesar 0,2% secara bulanan, Setelahnya sempat Merasakan kontraksi Di bulan Sebelumnya.

Secara tahunan, harga Rumah seken nasional tumbuh 0,7%, Menunjukkan bahwa pasar mulai menemukan titik keseimbangannya.

Ke sisi lain, Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa tahunan Di Desember 2025 tercatat sebesar 2,92%, masih berada Ke atas Perkembangan harga Rumah.

Meski demikian, pola ini justru mencerminkan karakter pasar yang Lebihterus sehat Bersama pergerakan harga tidak lagi didorong Bersama spekulasi, melainkan Bersama daya beli dan kebutuhan riil Kelompok.

Menilik Pergerakan Harga Rumah Sepanjang 2025

Sepanjang 2025, pergerakan harga Rumah memang cenderung lebih moderat dibandingkan dua tahun Sebelumnya.

Tetapi, memasuki penghujung tahun, Tren stabilisasi mulai terlihat, ditandai Bersama Lebihterus banyaknya kota yang kembali mencatatkan Perkembangan harga secara tahunan.

Di Desember 2025, 9 Untuk 13 kota yang dipantau Rumah123 sudah kembali berada Ke zona Perkembangan positif.

Menurut Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, fase ini merupakan Pada penting Untuk proses pendewasaan pasar.

“Pasar properti Indonesia sepanjang 2025 bergerak Untuk fase konsolidasi yang sehat. Ke akhir tahun, kita mulai melihat tanda-tanda stabilisasi. Konsumen tetap aktif mencari Rumah, tetapi Lebihterus rasional dan selektif. Ini membentuk fondasi yang lebih kuat Untuk Perkembangan yang lebih berkelanjutan Ke Didepan,” ujarnya.

Secara bulanan Di Desember 2025, sejumlah kota mulai Menunjukkan pergerakan harga yang cukup menonjol. Surakarta mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 3,8% secara MoM, diikuti Makassar yang tumbuh 1,7% dan Yogyakarta sebesar 1,3%.

Sambil Itu, secara tahunan, Perkembangan harga tertinggi tercatat Ke Denpasar yang naik 2,5%, disusul Bekasi sebesar 2,4% dan Makassar 2,2%. Ke kawasan Jabodetabek sendiri, pergerakan harga Menunjukkan pola yang Lebihterus stabil, Bersama Bekasi mencatatkan Perkembangan tahunan 2,4%, Sambil Itu Tangerang dan Depok masing-masing tumbuh 0,4% dan 0,1% secara tahunan.

Menariknya, Yogyakarta, yang sepanjang Januari-Oktober 2025 sempat mencatat Perkembangan agresif Ke kisaran 3,7% hingga 10,9%, kini mulai memasuki fase normalisasi Bersama Perkembangan tahunan sebesar 0,9% Ke Desember 2025. Pola serupa juga terlihat Ke Denpasar, yang melambat Ke 2,5% YoY Setelahnya Sebelumnya bergerak Ke kisaran 2,4%-9,3% sepanjang tahun.

Untuk sisi suplai, jumlah listing Rumah seken nasional Di Desember 2025 tercatat turun 1,0% secara bulanan, dan Untuk skala tahunan masih berada Untuk Tren kontraksi.

Tetapi yang Memikat, penyusutan suplai ini tidak diikuti Bersama lonjakan harga. Ini memperkuat indikasi bahwa Kesejaganan pasar Pada ini lebih ditentukan Bersama sisi permintaan yang Lebihterus berhati-hati dan rasional, bukan Bersama kelangkaan pasokan semata.

“Ini Menunjukkan bahwa pasar properti Indonesia Pada ini jauh lebih matang. Harga tidak lagi naik hanya Lantaran stok berkurang, tetapi benar-benar mengikuti kemampuan dan kebutuhan pembeli,” tambah Marisa.

Minat Properti Berdasarkan Area yang Masih Konsisten

Untuk sisi permintaan, minat Kelompok Untuk mencari hunian tetap solid dan masih terkonsentrasi Ke Area-Area utama. Di Desember 2025, Tangerang menjadi lokasi Bersama proporsi pencarian tertinggi secara nasional, mencapai 13,9% Untuk total pencarian Rumah, disusul Jakarta Selatan sebesar 11,4% dan Jakarta Barat sebesar 9,7%.

Pola tersebut menegaskan bahwa kawasan-kawasan Bersama akses langsung Ke pusat Kegiatan ekonomi masih menjadi magnet utama Untuk pencari hunian.

Tetapi secara dinamis, Perkembangan minat mulai bergeser Ke Area penyangga dan kota Ke luar Pulau Jawa.

Ke area Jabodetabek, Tangerang Selatan dan Depok mencatatkan kenaikan proporsi pencarian bulanan tertinggi.

Sambil Itu Ke luar Jawa, Batam menjadi salah satu kota Bersama peningkatan minat yang paling menonjol.

Pola ini mengindikasikan bahwa pencari Rumah Lebihterus aktif mengeksplorasi Area Bersama struktur harga yang lebih Bersaing dan potensi Pembaruan jangka menengah yang baik.

Jika dilihat Untuk pergerakan median harga berdasarkan ukuran Rumah, pasar Menunjukkan segmentasi yang Lebihterus kuat:

  • ≤60 m²: Perkembangan tertinggi Ke Makassar, median Rp675 juta (+12,9% YoY)
  • 61–90 m²: tertinggi Ke Surakarta, median Rp850 juta (+41,7% YoY)
  • 91–150 m²: tertinggi Ke Yogyakarta, median Rp1,8 miliar (+24,1% YoY)
  • 151–250 m²: tertinggi Ke Yogyakarta, median Rp2,8 miliar (+9,8% YoY)
  • ≥251 m²: tertinggi Ke Makassar, median Rp5 miliar (+11,1% YoY)

Menariknya, Makassar menjadi satu-satunya kota yang mencatatkan Perkembangan median harga tertinggi sekaligus Ke segmen Rumah kecil dan Rumah besar, menandakan bahwa permintaan Ke kota ini datang Untuk spektrum pembeli yang sangat luas, baik end-user entry level maupun segmen atas.

Keputusan Pemerintah Karena Itu Penentu Arah Pasar Properti Ke Tahun 2026

Untuk sisi makro, sepanjang 2025 Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan secara bertahap hingga berada Ke level 4,75%, Sambil Itu Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa Ke kuartal IV 2025 berada Ke kisaran 2,72%–2,92%.

Ke Didepan, Sustainability Keputusan pemerintah seperti insentif PPN DTP 100% Untuk Rumah tapak dan satuan Rumah susun serta Langkah FLPP Untuk Rumah Bantuan Fluktuasi Harga diharapkan menjadi penopang tambahan Untuk pasar, terutama Ke segmen hunian terjangkau.

“Bersama harga yang bergerak lebih terkendali, pasar yang Lebihterus tersegmentasi, dan konsumen yang Lebihterus rasional, 2025 justru menjadi tahun penting Untuk membentuk fondasi pasar properti yang lebih sehat. Ini menjadi modal yang sangat baik Untuk memasuki 2026 Bersama ekspektasi Perkembangan yang lebih berkualitas,” tutup Marisa.

Secara keseluruhan, Flash Report Januari 2026 by Rumah123 mencatat bahwa pasar properti Indonesia telah melewati fase terlemahnya dan kini memasuki periode stabilisasi.

Harga bergerak lebih terkendali, suplai menyusut tanpa memicu lonjakan, dan fokus pasar kian mengarah Ke Area Bersama Kesejaganan Di keterjangkauan dan fungsi hunian sebagai fondasi Perkembangan Ke 2026.

Untuk semangat #RumahUntukSemua, Rumah123 terus Menampilkan data dan insight pasar yang kredibel Untuk memperluas akses Di informasi properti dan membantu Kelompok serta pelaku industri Memutuskan keputusan hunian secara lebih rasional dan terukur.

***

Kunjungi situs press room Rumah123 Ke laman Untuk mengetahui Lebih Jelas seputar profil dan kegiatan perusahaan, laporan data Tren harga properti terkini, rilis pers, foto, video, serta informasi relevan lainnya.

Dapatkan beragam rekomendasi #RumahUntukSemua lewat opsi terbaik Untuk Rumah123.

Kunjungi pula Teras123 buat diskusi dan ngobrolin properti sampai Ke akarnya!

Artikel ini disadur –> rumah123.com Indonesia: Pasar Properti Siap Masuk Fase Terbaru Ke 2026