Living  

Perayaan Kearifan Lokal Dunia Lewat Suguhan Gastronomi Nusantara ala Obin Si Tukang Kain

Jakarta

Ulang tahun Obin masih sepekan lagi, tapi suasana hangat dan keakraban sudah terasa Hingga BINhouse, Menteng, Jakarta Pusat. Ke suatu siang awal Juli, sahabat Didekat dan kolega berkumpul Hingga butik desainer yang lebih senang dijuluki Tukang Kain itu, bukan Sebagai Merasakan presentasi kreasi barunya, melainkan menikmati santapan khas Nusantara buatannya.

Selembar daftar menu yang dibuat Bersama tulisan tangan Obin menyambut tamu set per satu Hingga setiap bangku. Tempattinggal jadul era 60-an yang masih dipertahankan butik aslinya itu mendadak berubah seperti restoran lengkap Bersama beberapa Perabot makan bundar.

Koleksi busana dan kain-kain tenun batik khas BINhouse tetap dipajang Ke tempatnya. Sembari menanti waktu makan tiba, tamu bisa melihat-lihat kreasi Obin yang melegenda itu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar menu yang dibuat Bersama tulisan tangan Obin. Tersaji pula semangkuk mie kangkung kuah ‘kolagen’ yang kental. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

“Zamri Hingga mana?! Sudah sampai ya? Yuk makan, lapar oiii!” seru perempuan 71 tahun itu. Seperti hari biasanya, ia berkebaya sederhana dipadu kain batik.

Setelahnya memastikan kehadiran Zamri Mamat, Chief Marketing Officer (CMO) Plaza Indonesia, Bersama mata kepalanya sendiri, Obin langsung mengajak semuanya bersantap.

Makan Hingga sini harus Bersama perut yang benar-benar kosong Sebab tamu dijamu Bersama berbagai macam hidangan. Menu utama saja terdiri mie kangkung, ayam goreng hitam Bersama bumbu taburan asin yang terpisah, sayur urap, dan stik lidah. Sebelumnya, ada otak-otak tenggiri sebagai pembuka.

Makan-makan di BINhouse Rumah Obin Tukang KainAyam goreng hitam dan pelengkapnya. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Hingga jajaran pencuci mulut, berbagai buah-buahan seperti dukuh dan manggis sudah menanti. Tidak berhenti Hingga situ, kami juga disodorkan es shanghai (seperti es teler), puding coklat, dan bugis mandi.

Hingga bawah menu tertulis “Salam sayang, Obin” yang mengisyaratkan semua Minuman disiapkan Bersama tuan Tempattinggal Bersama penuh perhatian. Hasilnya, sebuah Pengalaman Hidup Minuman yang tak sekadar memanjakan lidah, tapi juga Menyediakan rasa Sejahtera. Saking nikmatnya, tanpa terasa perut sudah mulai penuh.

“Inilah yang namanya gastronomi,” tutur Obin. Belakangan, perempuan bernama lengkap Josephine Komara ini terusik perihal salah kaprah perbedaan Minuman dan gastronomi.

Makan-makan di BINhouse Rumah Obin Tukang KainCekrak-cekrek stik lidah yang ditemani sayuran, mashed potato, dan buah. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Ia menjelaskan, gastronomi bukan sekadar Minuman Bersama racikannya Sebab ada sangkut pautnya Bersama asal-usul Kearifan Lokal Dunia, siapa yang memasak, dan sangat bersinggungan Bersama urusan antropologi.

“Kita gak Mungkin Saja bikin otak-otak kalau tidak punya ikan tenggiri. There is a reason for everything, tapi terkadang kita take it for granted,” tegas Obin yang juga rutin Mengadakan jamuan perayaan Cap Go Meh.

Asisten Deputi Manajemen Strategis Kementerian Wisata Internasional I Gusti Ayu Dewi Hendriyani yang turut hadir Di sesi makan siang ini sepakat Bersama Obin.

Makan-makan di BINhouse Rumah Obin Tukang KainBugis mandi merampungkan momen bersantap yang istimewa ini. )Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Gastronomy is beyond culinary. Selain menjadi Pada Di Pengalaman Hidup Minuman, gastronomi juga bercerita tentang perjalanan Minuman Di hulu Hingga hilir, Di mana ditanam sampai Hingga Perabot makan,” katanya.

Berbekal pengetahuannya Hingga dunia Minuman, Dewi yang berasal Di Bali ini berinisiasi Sebagai membuat Bacaan ‘Wisata Gastronomi Bali – Agenda Masa Didepan Wisata Internasional Berkualitas’. “Banyak sekali literatur tentang gastronomi Indonesia ditulis Bersama orang Asing. Lewat Bacaan ini, saya ingin menyampaikan cerita gastronomi Bali Di perspektif lokal berdasarkan fakta-fakta Hingga lapangan,” katanya.

Makan-makan di BINhouse Rumah Obin Tukang KainObin, sang ‘Tukang Kain’ bertegur sapa sembari menjelaskan arti gastronomi. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Tak hanya lewat kain, Obin sekali lagi merayakan Kearifan Lokal Dunia lewat Minuman yang dihidangkannya. Terbaru sebulan lalu, salah satu Di tiga perempuan Indonesia yang masuk daftar Forbes 50 over 50 Asia 2024 versi Forbes Asia ini mengundang anak-anak Hingga BINhouse Sebagai Merasakan pertunjukan wayang.

“Anak-anak harus mengenal budayanya Sebelum kecil. Rencananya saya mau Mengadakan Peristiwa ini secara rutin,” kata Obin kala itu.

(dtg/dtg)

Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Perayaan Kearifan Lokal Dunia Lewat Suguhan Gastronomi Nusantara ala Obin Si Tukang Kain

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่