PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Stasiun Jatake BSD City resmi beroperasi sebagai Dibagian Bersama strategi penguatan kawasan terintegrasi berbasis transportasi massal Hingga Tangerang Raya.
Dikembangkan Melewati kolaborasi Sinar Mas Land, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), kehadiran stasiun ini tidak hanya menambah titik layanan Commuter Line, tetapi juga mempertegas arah Pembuatan properti Di Konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan hunian, pusat Usaha, dan mobilitas publik Untuk satu ekosistem kawasan.
Baca Juga: Royal Key Sinar Mas Land Bidik Penjualan Rp3,6 Triliun Bersama 1.400 Unit Properti
Pembuatan Stasiun Jatake Hingga BSD City juga menjadi salah satu penanda penting arah Terbaru pembangunan properti dan kawasan perkotaan Hingga Daerah penyangga Jakarta.
Stasiun Jatake berlokasi Hingga kawasan BSD City, Kabupaten Tangerang, dan diresmikan Ke 28 Januari 2026.
Stasiun Jatake BSD City dan Permasalahan Konektivitas Kawasan Penyangga Jakarta
Permasalahan utama yang dijawab Melewati pembangunan Stasiun Jatake adalah kebutuhan konektivitas transportasi massal Hingga kawasan Bersama Kemajuan hunian dan Kegiatan ekonomi yang tinggi.
Daerah Serpong dan BSD City Pada satu dekade terakhir berkembang pesat sebagai kawasan hunian, Usaha, Belajar, dan Ilmu Pengetahuan, Tetapi tekanan Pada mobilitas harian terus Meresahkan.
Baca Juga: Tumbuh 711%, Produk Komersial Maggiore @ Paramount Gading Serpong Bersama Sebab Itu Rebutan Pasar
Bersama luas bangunan stasiun lebih Bersama 3.000 meter persegi dan kapasitas layanan hingga 20.000 penumpang per hari, Stasiun Jatake dirancang Untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Kehadiran stasiun ini juga menambah alternatif akses Untuk User Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang Pada 2025 mencatat jumlah penumpang mencapai 77,55 juta orang.
Pembantu Presiden Pembantu Presiden Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa peresmian Stasiun Jatake mencerminkan arah Aturan transportasi nasional yang Lebih kolaboratif dan berorientasi Sustainability.
“Peresmian Stasiun Jatake hari ini mencerminkan arah Aturan pembangunan transportasi nasional yang Lebih kolaboratif, adaptif, dan berorientasi Ke Sustainability,” ujarnya.
Menurutnya, transportasi publik harus terjangkau, teratur, dan mampu Meningkatkan Standar hidup Komunitas sehari-hari.
Skema TOD dan Creative Financing Untuk Pembangunan Stasiun
Berbeda Bersama stasiun konvensional, Stasiun Jatake BSD City dikembangkan Melewati pendekatan TOD Bersama skema creative financing Di PT KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk.
Pendekatan ini memungkinkan pembangunan infrastruktur transportasi berjalan seiring Bersama Pembuatan kawasan Hingga sekitarnya.
Baca Juga: Paradise Indonesia Mantap Jaga Kemajuan Double Digit, Fokus Profitabilitas 2026
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan Dibagian Bersama komitmen KAI Untuk mendukung Aturan pemerintah Yang Terkait Bersama penguatan ekosistem transportasi massal.
”Pembangunan dan pengoperasian Stasiun Jatake merupakan Dibagian Bersama komitmen KAI Untuk mendukung Aturan Kementerian Perhubungan Yang Terkait Bersama penguatan ekosistem transportasi massal berbasis kolaborasi dan integrasi kawasan,” katanya.
Integrasi stasiun Bersama kawasan sekitarnya dinilai penting Untuk memastikan Sustainability operasional transportasi publik sekaligus Mendorong Kemajuan Daerah.
Untuk konteks properti, skema TOD membuat stasiun bukan sekadar titik naik-turun penumpang, melainkan anchor kawasan yang Meningkatkan nilai lahan, efisiensi mobilitas, dan daya tarik Penanaman Modal Untuk Negeri jangka panjang.
Dampak Hingga Kawasan Hunian dan Nilai Properti Disekitar
Keberadaan Stasiun Jatake secara langsung berdampak Ke kawasan hunian Hingga sekitarnya, termasuk kawasan residensial Hiera BSD City.
Akses yang Disekitar Hingga stasiun membuat hunian Hingga Disekitar kawasan ini lebih relevan Bersama Life Style urban modern yang mengandalkan transportasi massal.
Baca Juga: Hiera Sport & Lifestyle Center Topping Off, Pusat Aktivitasfisik Modern Hingga BSD City Siap Beroperasi 2026
Hiera sendiri dikembangkan sebagai kawasan mixed-use yang mencakup klaster perumahan, apartemen, dan pusat komersial, serta dirancang mengikuti prinsip TOD.
Kawasan ini merupakan hasil kolaborasi Di Sinar Mas Land dan Mitbana, joint venture Mitsubishi Corporation dan Surbana Jurong.
Untuk Tren properti Di ini, hunian Bersama akses langsung atau Disekitar transportasi massal cenderung Memiliki daya Konsisten nilai yang lebih baik, terutama Hingga Di Permasalahan kemacetan, biaya energi, dan perubahan pola mobilitas Komunitas urban.
Siapa yang Diuntungkan dan Mengapa Ini Penting Sekarang
Kelompok yang paling diuntungkan Bersama beroperasinya Stasiun Jatake adalah komuter harian, penghuni kawasan BSD City dan Kabupaten Tangerang, serta pelaku usaha Hingga Disekitar stasiun.
Akses yang lebih mudah Hingga pusat Kegiatan Jabodetabek membuka Kemungkinan efisiensi waktu dan biaya transportasi.
Baca Juga: Maggiore Gading Serpong, Destinasi Komersial Regional yang Tumbuh Fenomenal Hingga Suburban Jakarta
Untuk pengembang, proyek ini menegaskan peran Terbaru developer bukan hanya sebagai pembangun hunian, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem kawasan.
CEO Strategic Land Bank Sinar Mas Land, Christopher Siswanto, Mengungkapkan bahwa konektivitas merupakan fondasi utama Untuk membangun kota berkelanjutan.
“Untuk kami, konektivitas adalah fondasi utama Untuk membangun kota yang berkelanjutan. Kehadiran Stasiun Jatake menjadi Dibagian strategis Untuk ekosistem transportasi terpadu yang mendukung BSD City sebagai kawasan hunian, Usaha, dan Pembaharuan, sekaligus Komunitas Hingga Kabupaten Tangerang Secara Keseluruhan Untuk terhubung Bersama pusat-pusat Kegiatan Hingga Jabodetabek,” terangnya.
Momentum pengoperasian stasiun ini dinilai tepat, mengingat tekanan mobilitas Hingga Daerah penyangga Jakarta terus Meresahkan dan kebutuhan transportasi massal Lebih mendesak.
Baca Juga: Sinar Mas Land Dukung Inisiatif Entrepreneur Indonesia–Tiongkok, Targetkan Akses Internasional Mulai 2026
(Foto: Dok. Sinar Mas Land)
Catatan Risiko dan Tantangan Hingga Didepan
Meski menawarkan banyak manfaat, Pembuatan kawasan berbasis TOD juga Memiliki tantangan.
Integrasi antarmoda, pengelolaan kepadatan kawasan, serta konsistensi Aturan tata ruang menjadi faktor krusial agar manfaat TOD benar-benar optimal.
Di Itu, peningkatan nilai kawasan Berpotensi Untuk Mendorong Fluktuasi Harga lahan dan hunian, yang perlu diimbangi Bersama Aturan inklusif agar tidak Mengurangi akses Komunitas berpenghasilan menengah.
Baca Juga: Perumahan Kebanjiran Meski Dijanjikan Aman: Gubernur Jabar Tegaskan Moratorium, Pengembang Buka Suara
Sukses Stasiun Jatake Hingga Didepan Akansegera sangat bergantung Ke konsistensi kolaborasi Di pemerintah, operator transportasi, dan pengembang kawasan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga Hingga: PropertiPlus.com
*** Baca berita lainnya Hingga GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: [email protected]
Email Iklan: [email protected]
Artikel ini disadur –> propertiterkini.com Indonesia: Stasiun Jatake BSD City Resmi Beroperasi, Dorong Kawasan Terintegrasi Berbasis Transportasi Massal











