PropertiTerkini.com, (MEDAN) — Properti bebas Genangan Air menjadi Topik krusial Ke pasar hunian Indonesia, terutama Setelahnya rangkaian Genangan Air besar Mengamuk sejumlah Area Indonesia, termasuk Ke Sumatera Utara.
Ke Di Kemakmuran itu, Samera Group menilai tahun 2026 Akansegera menjadi fase Perawatan industri properti nasional, seiring membaiknya indikator makroekonomi dan Ketahanan Aturan pemerintah Ke sektor perumahan.
Baca Juga: Samera Djohor Hadirkan Damara 2, Hunian Bebas Genangan Air Ke Medan Bersama Nilai Penanaman Modal Tinggi
Optimisme tersebut disampaikan Chairman sekaligus CEO Samera Group, Adi Ming E, Di Peristiwa Temu Ramah bersama media massa Ke Medan.
Di forum tersebut, Adi membeberkan Konsep dan spesifikasi proyek hunian terbaru Samera Group, Samera Djohor, yang mengusung tagline Perumahan Bebas Genangan Air.
Menurut Adi, Topik Genangan Air tidak lagi bisa diposisikan sebagai sekadar risiko musiman, melainkan telah menjadi faktor penentu Di keputusan pembelian Rumah.
“Kami optimistis industri properti nasional memasuki fase Perawatan Ke 2026. Keyakinan ini ditopang analisis para pakar ekonomi dan Ketahanan Aturan pemerintah yang mendukung sektor perumahan,” ujarnya.
Untuk konsumen, pesan tersebut penting Lantaran menyentuh kebutuhan paling dasar Di membeli Rumah, yakni Keselamatan, kenyamanan, dan kepastian jangka panjang.
Baca Juga: Perumahan Kebanjiran Meski Dijanjikan Aman: Gubernur Jabar Tegaskan Moratorium, Pengembang Buka Suara
Properti Bebas Genangan Air, Siapa yang Paling Terdampak dan Mengapa Penting Sekarang
Topik Genangan Air berdampak langsung Ke Komunitas urban dan suburban yang tinggal Ke kawasan Bersama kepadatan tinggi dan sistem drainase terbatas.
Di beberapa tahun terakhir, Genangan Air tidak hanya merusak Rumah secara fisik, tetapi juga menurunkan nilai aset, Meningkatkan biaya Penanganan, serta memengaruhi Mutu hidup penghuni.
Adi menegaskan bahwa Samera Group menjadikan Topik Genangan Air sebagai komitmen fundamental Sebelum tahap awal Pembuatan kawasan.
“Kami tidak menjual janji, tetapi Memperkenalkan kepastian hunian yang aman dan nyaman Untuk jangka panjang,” katanya.
Pernyataan ini diperkuat Bersama Pengalaman Hidup lapangan. Pada Genangan Air besar Mengamuk Sumatera Utara beberapa waktu lalu, kawasan hunian yang dikembangkan Samera Group disebut tidak Merasakan genangan. Untuk Kandidat pembeli, Kemakmuran ini menjadi bukti konkret, bukan sekadar klaim pemasaran.
Baca Juga: Tumbuh 711%, Produk Komersial Maggiore @ Paramount Gading Serpong Bersama Sebab Itu Rebutan Pasar
Bersama sudut pandang konsumen properti, pendekatan ini relevan Lantaran risiko Genangan Air berimplikasi langsung Ke biaya tersembunyi: renovasi berulang, penurunan nilai jual kembali, hingga gangguan Kegiatan harian.
Hunian bebas Genangan Air berarti perlindungan Di nilai aset dan kenyamanan hidup lintas generasi.
Standar Teknis Hunian Samera Group: Bersama Elevasi hingga Drainase Terintegrasi
(Foto: Dok. Damara)
Untuk menjawab tantangan tersebut, Samera Group menempatkan aspek teknis sebagai fondasi utama Pembuatan kawasan.
Adi menjelaskan bahwa dua faktor krusial Di mitigasi Genangan Air adalah pemilihan elevasi lahan dan sistem drainase yang terintegrasi.
Kesalahan Individu Di menentukan elevasi lahan, menurutnya, kerap menjadi akar masalah kawasan hunian yang rawan tergenang.
Baca Juga: Stasiun Jatake BSD City Resmi Beroperasi, Dorong Kawasan Terintegrasi Berbasis Transportasi Massal
Lantaran itu, setiap proyek Samera Group diawali Bersama kajian historis kawasan yang mendalam, termasuk analisis pola Genangan Air dan karakteristik lingkungan Disekitar.
Samping Itu, sistem drainase dirancang sebagai satu kesatuan kawasan, bukan sekadar fasilitas per unit. Pendekatan ini memastikan aliran air tetap terkendali Kendati terjadi curah hujan ekstrem.
“Seluruh infrastruktur kami siapkan bukan Untuk kebutuhan sesaat, tetapi Untuk jangka panjang. Ini bentuk komitmen kami Di kepuasan dan Keselamatan penghuni,” ujar Adi.
Untuk Kandidat pembeli Rumah pertama maupun keluarga yang mencari hunian jangka panjang, standar teknis seperti ini menjadi pembeda utama Ke Di maraknya proyek perumahan Terbaru.
Outlook Properti 2026: Momentum Perawatan dan Pasar yang Lebih Sehat
Merundingkan Kemakmuran makro, Adi menilai tahun 2026 sebagai titik balik industri properti Setelahnya periode penuh tantangan Ke 2025.
Menurutnya, pasar mulai bergerak Hingga arah yang lebih sehat seiring pulihnya kepercayaan konsumen.
Baca Juga: Properti Bersama Sebab Itu Instrumen Penanaman Modal Aman Ke 2026: Daun Karya Property Beberkan Strategi Untuk Generasi Muda
“Kami melihat 2026 sebagai fase konsolidasi. Konsumen lebih rasional, developer lebih selektif, dan pasar bergerak lebih matang,” katanya.
Optimisme ini diperkuat Bersama Aturan pemerintah yang memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) properti hingga 31 Desember 2026.
Aturan tersebut dinilai memberi ruang Untuk pengembang Untuk Menyusun, bukan hanya Bersama sisi strategi penjualan, tetapi juga peningkatan Mutu bangunan dan fasilitas.
Untuk konsumen, insentif ini berdampak langsung Ke harga beli Rumah yang lebih terjangkau. Adanya insentif PPN DTP Akansegera memangkas beban Retribusi Negara dan menurunkan total biaya transaksi.
Hunian vs Penanaman Modal: Realita Perilaku Konsumen Properti
Menariknya, Samera Group mencatat bahwa pembelian Rumah Pada ini masih didominasi Bersama kebutuhan hunian, bukan spekulasi Penanaman Modal. Gaya properti sebagai instrumen Penanaman Modal pengganti emas dinilai belum signifikan.
Baca Juga: 88 Plaza Balikpapan Bersama Sebab Itu Langkah Terbaru Paradise Indonesia, Perkuat Kemajuan Berbasis Recurring Income 2026
“Data internal kami Menunjukkan mayoritas pembeli membeli Rumah Untuk ditinggali, bukan semata Penanaman Modal,” ungkap Adi.
Meski demikian, ia tetap menekankan bahwa properti Memiliki potensi Kemajuan nilai aset jangka panjang, asalkan didukung Bersama tiga faktor utama: lokasi yang tepat, pengelolaan kawasan yang baik, dan layanan purna jual berkelanjutan.
Risiko dan Catatan Penting Untuk Kandidat Pembeli Rumah

Ke Di optimisme pasar, Adi mengingatkan konsumen agar tetap cermat menilai spesifikasi teknis dan rekam jejak pengembang.
Risiko terbesar Di pembelian Rumah, menurutnya, bukan hanya fluktuasi harga, tetapi Mutu Perancangan kawasan.
Kandidat pembeli disarankan Untuk menanyakan aspek elevasi, sistem drainase, serta kesiapan infrastruktur jangka panjang. Hunian yang tampak Memikat secara visual belum tentu aman Bersama risiko lingkungan Ke masa Didepan.
Baca Juga: Ke 2030, Penanaman Modal Data Center Dunia Tembus USD 3 Triliun, Indonesia Kian Dilirik Investor
Bersama pendekatan tersebut, Samera Group berharap dapat Memperkenalkan hunian ideal yang tidak hanya layak huni hari ini, tetapi juga relevan dan aman Untuk generasi berikutnya.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga Hingga: PropertiPlus.com
*** Baca berita lainnya Ke GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: [email protected]
Email Iklan: [email protected]
Artikel ini disadur –> propertiterkini.com Indonesia: Properti Bebas Genangan Air Bersama Sebab Itu Topik Utama: Alasan Samera Group Optimistis Pasar Hunian Pulih 2026











