Living  

Viral 2,5 Juta Views! Wanita Curhat Hidup Hingga Keluarga Hoarding, Bikin Tekanan

Solo

Hingga balik Tren hidup Maksimalis yang kini digandrungi, Untuk pemilik akun TikTok @_kopisusu.pandan, pilihan tersebut bukan lah sekadar mengikuti arus estetika, melainkan sebuah bentuk perlawanan dan trauma masa kecil.

Lewat serangkaian unggahan foto, wanita yang tinggal Hingga Solo, Jawa Ditengah ini menceritakan alasan mendalam mengapa ia begitu mendambakan kehidupan yang ringkas dan bebas Di tumpukan Produk Internasional berlebih Lantaran ia tumbuh besar Hingga Ditengah keluarga hoarding.

“Tinggal Hingga Tempattinggal penuh Produk Internasional, masih ada banyak lagi Produk Internasional yang belum aku up Hingga postingan ini. Tempat bekal makanku lebih Di 5, ga wajar. Beliin Pewarna litter box lebih Di 3 berbagai ukuran ada, aku sendiri heran. Pernah kejadian aku bersih-bersih kamar dan emang ngebuangin Produk Internasional yang udah ga terpakai Hingga sampah Hingga Di Tempattinggal tapi pas pulang kerja barangnya ada lagi, malah aku dimarahin katanya masih bagus kok dibuang. 😮💨 pengen banget decluttering sebenernya, tapi pasti ortuku ga terima,” tulis postingan TikTok @_kopisusu.pandan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya, ia menuturkan ayah yang Memperoleh kebiasaan hoarding (menimbun Produk Internasional). Sedangkan ibunya gemar membeli Produk Internasional yang sama Di jumlah lebih Di satu.

Ia pun memperlihatkan serangkaian bukti visual lain yang mengejutkan. Ada koleksi Energi urut yang berjejer, tumpukan tatakan warna-warni yang berlebihan, hingga tiga buah sepeda berbeda jenis yang memenuhi sudut-sudut Tempattinggal. Lebih jauh, @_kopisusu.pandan Menunjukkan tumpukan kardus bekas dan lampu rusak yang seolah diabadikan Hingga atas lemari, serta bantal bekas yang entah mengapa tidak juga dibuang.

Puncaknya, ia memperlihatkan sebuah kaleng bekas berisi berbagai peralatan dapur tua dan Produk Internasional-Produk Internasional tak terpakai lainnya, yang ia beri label another trash. Kenyataan pahit ini ia perkuat Bersama keterangan bahwa Justru Kuas Perawatan Kulit bekas yang sudah ia buang pun masih dipungut dan disimpan kembali Dari keluarganya.

Serangkaian foto ini menjadi bukti kuat bahwa keinginan Untuk hidup Maksimalis adalah sebuah perjuangan Untuk melepaskan diri Di beban visual dan psikologis yang telah lama mengepungnya Hingga Tempattinggal sendiri.

Postingan tersebut sudah ditonton lebih Di 2,5 juta kali dan Merasakan Bencana Alam komentar warganet.

“Orang tua yg hoarding itu Lantaran mereka tumbuh Bersama Jurang Kaya Miskin ka. Dulu pernah merasakan susah gak punya apa-apa. Karena Itu terbawa pas berumah tangga kalo punya apa-apa disimpan siapa tau nanti berguna. Begitu kak kira-kira,” ujar Pemakai TikTok @Bebek bakar pak min.

“Apa aku juga hoarding disorder ya, suka gamau buang bungkus kaya make up, Aroma walau dah abis tetep ku simpan 😭,” saut akun @Savior.co.

“Ortu kita ngumpulin Produk Internasional yg gakepake, kita ngumpulin screenshot yg gakepake juga sbnrnya wkwk,” kata Pemakai akun @naa.

Konfirmasi Wolipop

Kisah yang dibagikan Lewat media sosial ini milik seorang wanita bernama Kiki. Gadis berusia 22 tahun asal Solo, Jawa Ditengah ini merasakan betul bagaimana dinamika tumbuh besar Hingga Ditengah keluarga yang Memperoleh kebiasaan menimbun Produk Internasional.

Pada dikonfirmasi, Kiki menjelaskan bahwa Trend Populer yang ia rekam merupakan realitas kebiasaan generasi tertentu yang sulit melepaskan Produk Internasional. Ia menyoroti bagaimana Produk Internasional-Produk Internasional yang sudah tidak berfungsi justru tetap dipertahankan.

“Kebiasaan generasi boomers yaitu menimbun Produk Internasional. Produk Internasional rusak atau mati, atau Justru Produk Internasional bekas atau sampah masih ditimbun Bersama alasan suatu Pada bakal terpakai. Padahal hanya Akansegera Lebih menumpuk sampah/Produk Internasional,” ungkap Kiki kepada Wolipop.

Banyak orang sering kali mengaitkan perilaku ini Bersama latar Dibelakang ekonomi masa lalu, Akan Tetapi Kiki Memperoleh pandangan yang berbeda berdasarkan apa yang ia alami dan pelajari. Baginya, ada aspek yang lebih Di Di sekadar rasa “sayang” Di Produk Internasional Lantaran faktor Jurang Kaya Miskin Hingga masa muda.

“Banyak yang bilang Lantaran pengaruh ekonomi. Padahal kebiasaan hoarding tidak selalu Lantaran zaman dulu orang tua pernah susah atau miskin makanya ketika beli Produk Internasional disayang-sayang. Padahal kebiasaan hoarding termasuk Di gangguan Keadaan mental atau Gangguan,” tegasnya.

Untuk Kiki, keinginan Untuk menerapkan Life Style Maksimalis bukan sekadar Tren estetika, melainkan upaya Untuk menciptakan ruang hidup yang lebih sehat secara fisik maupun mental.

Sayangnya, perjuangan itu tidak mudah Lantaran setiap kali ia mencoba melakukan decluttering, Produk Internasional-Produk Internasional yang sudah dibuang Hingga tempat sampah sering kali “kembali” Hingga Tempattinggal Lantaran dipungut kembali Dari orang tuanya.

(gaf/eny)

Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Viral 2,5 Juta Views! Wanita Curhat Hidup Hingga Keluarga Hoarding, Bikin Tekanan

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่