Keretakan Pendiri Crown Group Berlanjut, Iwan Sunito Layangkan Surat Terbuka kepada Paul Sathio Soal Risiko V by Crown Group

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Perselisihan Di dua tokoh pengembang properti Australia asal Indonesia, Iwan Sunito dan Paul Sathio, kembali memanas. Usai perpecahan manajemen yang berujung proses likuidasi Crown Group, Iwan Sunito melayangkan surat terbuka (open letter) bernada tegas Yang Terkait Di potensi risiko legalitas, keselamatan, dan keuangan Ke proyek V by Crown Group Hingga Parramatta, Sydney, Australia.

Peringatan terbuka tersebut diunggah Iwan Sunito Melewati akun LinkedIn resminya Ke Selasa (21/7). Surat itu ditujukan langsung kepada Paul Sathio, Ronald Sathio, Norman Sathio, serta firma administrator BDO. Sorotan utama tertuju Ke dugaan penggunaan unit apartemen servis (serviced apartment) Untuk hunian jangka panjang (long-term stay) tanpa izin yang sah (unauthorised).

Baca Juga: Akuisisi Crown Group, Iwan Sunito Ajukan Tawaran Rp1 Triliun Hingga Paul Sathio

Iwan menilai, praktik pengokupasian yang disinyalir bertentangan Di izin tata kota (planning consent), aturan internal (strata by-laws), dan klasifikasi hunian tersebut bukan lagi sekadar urusan privat segelintir pemilik. Langkah non-prosedural ini Berpeluang memicu kerugian sistemik yang membahayakan Disekitar 540 pemilik lot apartemen Hingga gedung pencakar langit tersebut.

“Paul Sathio, masalah ini tidak lagi dapat dipandang sebagai urusan pribadi yang hanya mempengaruhi unit Anda, atau Malahan hanya 72 pemilik serviced apartment Hingga stratum Yang Terkait Di. Potensi dampaknya meluas Hingga seluruh bangunan dan setiap pemilik Hingga dalamnya,” tegas Iwan Sunito Di unggahannya.

Ancaman Polis Asuransi dan Nilai Penanaman Modal Di Negeri

Di suratnya, Iwan memaparkan beberapa dampak domino yang berisiko membebani seluruh pemilik aset jika penggunaan unit yang tidak sesuai peruntukan ini terus dibiarkan tanpa klarifikasi izin yang jelas.

Baca Juga: Crown Group Masa Lalu, Iwan Sunito: Kami Fokus Hingga ONE Internasional Capital Sebagai Masa Di

Pertama, risiko pembatalan polis asuransi gedung (building insurance) dan tanggung gugat publik (public liability). Pihak asuransi Berpeluang menolak klaim jika ditemukan Kartu Kuning Syarat klasifikasi hunian.

Kedua, potensi ketidaksesuaian Di standar keselamatan kebakaran (fire safety compliance) serta prosedur evakuasi darurat, mengingat regulasi teknis hunian jangka pendek dan tinggal permanen Memiliki perbedaan mendasar.

Ketiga, ketidakpastian status hukum ini dinilai dapat mengganggu pembiayaan KPR (financing), menekan nilai appraisal (valuation), hingga menyulitkan proses penjualan kembali (saleability) unit apartemen milik penghuni lain.

Selain Paul Sathio, Iwan juga meminta BDO—selaku kurator yang mengelola aset likuidasi Crown Group—agar memastikan jajarannya tidak memfasilitasi atau membiarkan praktik yang Berpeluang melanggar regulasi tersebut.

Baca Juga: Akuisisi Pusat Perbelanjaan Milik Crown Group Rp218 Miliar, The Grand Eastlakes Ganti Nama Dari Sebab Itu One Internasional Centre

Founder dan Group CEO One Internasional Capital ini juga mendesak penangguhan Sambil atas operasional hunian yang belum terbukti sah, hingga seluruh dokumen otorisasi legal diserahkan kepada Owners Corporation.

Rekam Jejak Ikonik V by Crown Group

Gedung V by Crown Group Hingga Parramatta, Australia, kini menjadi sorotan Sesudah Iwan Sunito melayangkan surat terbuka kepada Paul Sathio Yang Terkait Di dugaan masalah izin hunian dan asuransi. (Foto: Dok. Crown Group)

V by Crown Group bukan sekadar portofolio biasa Untuk Iwan Sunito. Proyek yang kerap dijuluki “Sepotong Indonesia Hingga Parramatta” ini menggabungkan desain bernuansa alam Indonesia Di struktur pilar baja raksasa berbentuk “V” Hingga area lobi yang diimpor langsung Di Cilegon, Banten.

Dirancang Dari Allen Jack + Cottier (AJ+C) bersama arsitek dunia Koichi Takada, proyek hunian ini telah menyabet berbagai Apresiasi internasional, termasuk UDIA NSW Awards for Excellence.

Baca Juga: V by Crown Group, “Sepotong Indonesia Parramatta” yang Diganjar Apresiasi

Kompleks ini juga menaungi situs cagar Kekayaan Budaya Dunia Philip Ruddock Heritage Centre dan jaringan hotel SKYE Suites Parramatta.

Akan Tetapi, mahakarya bernilai triliunan Idr ini kini berada Hingga Di pusaran konflik berkepanjangan usai perpecahan kepemilikan saham 50:50 Di Iwan Sunito dan Paul Sathio.

Jejak Perpecahan dan Akselerasi ONE Internasional Capital

Perselisihan Di Iwan Sunito dan Paul Sathio berakar Di perbedaan visi manajerial, Permasalahan transparansi biaya konstruksi yang membengkak, hingga masuknya Usaha keluarga Hingga Di struktur perusahaan. Konflik internal tersebut akhirnya memaksa Crown Group masuk Di proses likuidasi Melewati Lembaga Proses Hukum Hingga Australia.

Ke 2024 lalu, Iwan Sunito lewat perusahaannya, ONE Internasional Capital, sempat mengajukan penawaran akuisisi bernilai AUD 97 juta atau Disekitar Rp1 triliun Untuk Membahas alih seluruh saham Crown Group. Akan Tetapi, upaya penyelesaian damai tersebut tidak Menyambut respons positif Di pihak Paul Sathio.

Baca Juga: Iwan Sunito Bawa World Roadshow Hingga Indonesia, Bahas Kemungkinan Usaha dan Properti Australia

surat terbuka Iwan Sunito di LinkedIn untuk Paul Sathio
Unggahan surat terbuka Iwan Sunito Melewati akun LinkedIn resminya yang memperingatkan Paul Sathio dan administrator BDO mengenai potensi risiko sistemik Hingga V by Crown Group. (Foto: Tangkapan Layar LinkedIn/Iwan Sunito)

Kini, Iwan Sunito memfokuskan Pembaruan bisnisnya Hingga bawah bendera ONE Internasional Capital. Perusahaan ini Di menggarap sejumlah proyek kawasan Hingga Sydney seperti Macquarie Park dan Chatswood, serta bersiap melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) Ke 2027.

Sebagai langkah pergerakan terbaru, ONE Internasional Capital kembali menggandeng arsitek Koichi Takada Untuk Membuat Five Dock, proyek mixed-use senilai AUD1,9 miliar atau Disekitar Rp25 triliun Hingga Sydney, Australia.

Baca Juga: Iwan Sunito Gandeng Koichi Takada Bangun Five Dock, Proyek Mixed-Use Rp25 Triliun Hingga Sydney

Meski terus berekspansi Di proyek-proyek Terbaru, Iwan menegaskan perlunya penyelesaian tuntas atas status legalitas V by Crown Group Untuk melindungi hak-hak konsumen dan pemilik unit.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga HinggaPropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya Hingga GoogleNews

——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: [email protected]
Email Iklan: [email protected]

Artikel ini disadur –> propertiterkini.com Indonesia: Keretakan Pendiri Crown Group Berlanjut, Iwan Sunito Layangkan Surat Terbuka kepada Paul Sathio Soal Risiko V by Crown Group

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่