Kurs Mata Uang Nasional Tertekan, Harga Rumah Sekunder Tumbuh Hingga 11 Kota Indonesia

Unsplash/namra village

Ringkasan Artikel:

  • Di Kurs Mata Uang Nasional menyentuh Rp17.528/USD, harga Rumah masih naik Hingga 11 kota Indonesia.
  • Bank Indonesia mencatat penjualan properti primer turun 25,67%, Akan Tetapi pasar Rumah sekunder masih bertahan.
  • Minat pencarian properti tetap aktif Hingga kawasan penyangga seperti Tangerang, Jakarta Selatan, dan Bekasi meski pasar properti nasional Berusaha Mengatasi tekanan daya beli.

Harga Rumah sekunder Hingga beberapa Area Hingga Indonesia Merasakan Kemajuan Hingga Ditengah pelemahan Kurs Mata Uang Kurs Mata Uang Nasional yang sempat menyentuh Rp17.528 per Kurs Mata Uang Amerika AS.

Pasalnya, pelemahan Kurs Mata Uang Kurs Mata Uang Nasional tersebut berdampak Ke meningkatnya biaya konstruksi, melambatnya peluncuran proyek Terbaru, hingga menurunnya penjualan properti primer.

Meski begitu, pasar Rumah sekunder masih Menunjukkan ketahanan yang cukup baik.

Situasi ini sejalan Didalam perubahan perilaku konsumen yang kini Lebihterus rasional dan lebih selektif Di membeli hunian.

Harga Rumah Sekunder Tetap Tumbuh Hingga 11 Kota Indonesia

Grafik: Perbandingan Kemajuan Indeks Harga Konsumen dan Resale Price Index (YoY) | Sumber: Data internal Rumah123

Berdasarkan laporan Flash Report Mei 2026 by Rumah123, harga Rumah sekunder nasional masih tumbuh sebesar 0,1% secara bulanan (MoM) dan 0,8% secara tahunan (YoY) Ke April 2026.

Sebanyak 11 kota masih mencatatkan Kemajuan harga tahunan positif, Didalam kenaikan tertinggi terjadi Hingga Denpasar sebesar 2,0%, Bogor 1,8%, dan Surakarta 1,5%.

Stabilnya pergerakan harga Rumah sekunder terjadi Hingga Ditengah perlambatan sektor properti secara nasional.

Sebelumnya Itu, Bank Indonesia melaporkan bahwa penjualan properti residensial primer Ke kuartal I 2026 Merasakan kontraksi sebesar 25,67% secara tahunan.

Paid Reports 1280 x 305

Situasi ini Menunjukkan adanya tekanan Ke daya beli Komunitas, ditambah kenaikan biaya pembangunan akibat ketidakpastian Internasional dan melemahnya Kurs Mata Uang Nasional .

Situasi tersebut Menunjukkan adanya perbedaan Gaya Ditengah pasar primer dan sekunder.

Hingga satu sisi, developer properti Berusaha Mengatasi kenaikan biaya konstruksi dan perlambatan penjualan unit Terbaru.

Akan Tetapi Hingga sisi lain, pasar Rumah sekunder masih didukung Dari kebutuhan end-user, harga yang lebih fleksibel, unit yang siap ditempati, serta lokasi Didalam harga yang lebih Tantangan.

Kawasan Suburban Karena Itu Pilihan Komunitas

Grafik: Perubahan Proporsi Popularitas Enquiries (MoM) | Sumber: Data internal Rumah123

Di sisi Area, minat pencarian properti masih terkonsentrasi Hingga kawasan penyangga Jabodetabek.

Tangerang menjadi Area Didalam proporsi listing enquiries terbesar secara nasional, yaitu 15,1%, disusul Jakarta Selatan sebesar 11,0%, dan Jakarta barat sebesar 9,3%.

Kawasan suburban kini tidak lagi sekadar alternatif Di pusat kota, tetapi sudah berkembang menjadi pusat Kemajuan Terbaru Bagi pasar hunian end-user.

Selain Tangerang, kawasan suburban, seperti Bekasi dan Bogor masih menjadi pilihan utama Sebab menawarkan harga yang lebih terjangkau dibanding pusat kota, sekaligus didukung pembangunan infrastruktur dan Kemajuan pusat ekonomi Terbaru.

Baca juga:

Bukan Lagi Jakarta-Sentris, Harga Rumah Hingga 11 Kota Besar Indonesia Kompak Naik

Pergeseran Perilaku Konsumen

Hingga Ditengah tekanan ekonomi dan meningkatnya sensitivitas Pada cicilan KPR, konsumen kini lebih berhati-hati Di Membahas keputusan pembelian.

Hingga Ditengah tekanan ekonomi dan meningkatnya sensitivitas Pada cicilan KPR, konsumen cenderung lebih berhati-hati Di Membahas keputusan pembelian properti.

Di beberapa kuartal terakhir, terlihat adanya perubahan pola pembelian.

Konsumen kini lebih memprioritaskan keterjangkauan harga, konektivitas kawasan, kesiapan unit, serta potensi kenaikan nilai properti Di jangka panjang dibanding sekadar mencari lokasi premium.

Rumah Didalam Harga Terjangkau Penopang Utama

Paid Reports 1280 x 305

Rumah123 juga mencatat bahwa Rumah Didalam luas bangunan hingga 60 meter persegi menjadi segmen Didalam Kemajuan harga tertinggi secara tahunan.

Kota Surakarta mencatat kenaikan median harga hingga 23,5% Ke segmen ini.

Hal tersebut Menunjukkan bahwa Rumah Didalam harga terjangkau masih menjadi pilihan utama Komunitas Hingga Ditengah tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi.

Menurut Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, yang berubah Di ini bukan kebutuhan Komunitas Sebagai Memiliki Rumah, melainkan cara konsumen Membahas keputusan.

“Hingga Ditengah tekanan ekonomi dan pelemahan Kurs Mata Uang Nasional, konsumen menjadi jauh lebih rasional. Mereka lebih sensitif Pada cicilan, lebih Mengkaji kesiapan unit, serta lebih fokus Ke kawasan yang menawarkan Kesejaganan Ditengah harga, aksesibilitas, dan potensi kenaikan nilai jangka panjang,” ujarnya.

Baca juga:

Apakah Penanaman Modal Asing Properti Masih Menguntungkan Hingga 2026?

Segmen High End Cenderung Moderat

Ke Di Yang Sama, segmen properti high-end dan apartemen premium cenderung bergerak lebih moderat Hingga Ditengah tingginya pasokan sekunder dan sikap wait and see investor Pada arah ekonomi Internasional maupun domestik.

Di sisi makroekonomi, Fluktuasi Harga Indonesia Ke April 2026 tercatat sebesar 2,42% secara tahunan, Sambil Itu Bank Indonesia mempertahankan Lembagakeuanganpusat Rate Hingga level 4,75%.

Stabilnya suku bunga dinilai masih Memberi ruang Bagi pasar properti Sebagai menjaga momentum, khususnya Ke segmen end-user.

Hingga sisi lain, perlambatan suplai Rumah sekunder secara nasional sebesar 8,7% secara tahunan turut mengindikasikan bahwa sebagian pemilik properti masih memilih menahan aset Hingga Ditengah ketidakpastian pasar dan ekspektasi Fluktuasi Harga Rumah Di jangka menengah.

“Pasar properti Di ini tidak Lagi melemah sepenuhnya, tetapi Lagi Merasakan reposisi perilaku konsumen. Kegiatan transaksi memang lebih selektif dibanding periode ekspansif Sebelumnya Itu, tetapi fundamental kebutuhan hunian dan permintaan end-user masih tetap terjaga,” kata Marisa.

Di stabilitas pembiayaan dan daya beli relatif terpelihara, kata dia, pasar Rumah sekunder diperkirakan masih Memiliki tingkat resiliensi yang cukup baik.

***

Ingin tahu lebih Di soal Gaya properti Di ini?

Temukan analisis lengkap dan data terbaru Melewati Flash Report Rumah123.

Semoga bermanfaat.

Artikel ini disadur –> rumah123.com Indonesia: Kurs Mata Uang Nasional Tertekan, Harga Rumah Sekunder Tumbuh Hingga 11 Kota Indonesia

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่