Ringkasan Artikel:
- Minat pencarian properti Ke Jakarta kembali Menimbulkan Kekhawatiran Ke 2026 seiring kepastian statusnya sebagai ibu kota Negeri, didukung Dari Karya ekonomi yang tetap kuat dan pasar yang Lebih berorientasi Ke faktor fundamental.
- Sebagai Alternatif, kawasan penyangga IKN seperti Balikpapan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara memasuki masa kembali normal Sesudah Sebelumnya Merasakan lonjakan minat akibat sentimen pembangunan ibu kota Terbaru.
- Meski transaksi properti Ke beberapa Daerah penyangga IKN melambat, tingginya minat Di tanah Ke Penajam Paser Utara Menunjukkan bahwa investor masih melihat prospek jangka panjang kawasan tersebut seiring berlanjutnya pembangunan IKN.
Minat pencarian properti Ke Jakarta kembali menguat Lantaran kepastian statusnya sebagai ibu kota Negeri.
Sambil Itu, hal berbeda terjadi Ke kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) Ke Kalimantan Timur yang sekarang memasuki masa kembali normal, Sesudah Sebelumnya beberapa tahun didorong ekspektasi yang tinggi.
Perlu diketahui, penegasan kembali status Jakarta sebagai ibu kota Negeri tertuang Di Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 71/PUU-XXIV/2026.
Setidaknya, status itu Berencana bertahan sampai adanya Keputusan Pemimpin Negara mengenai pemindahan ibu kota diterbitkan.
Sambil Itu, pembangunan Ke IKN masih tetap berjalan Bersama Dana yang diproyeksikan sampai 2028.
Hal tersebut tertuang Di Peraturan Pemimpin Negara Nomor 79 Tahun 2025.
Angka Kenaikan Minat Pencarian Properti Ke Jakarta
Jika merujuk Ke data Flash Report Juni 2026 by Rumah123, berikut adalah kenaikan minat pencarian properti Ke Jakarta:
- Jakarta Pusat Menimbulkan Kekhawatiran 1,0 persen secara tahunan (YoY). Termasuk tertinggi secara nasional.
- Jakarta Selatan naik 0,6 persen YoY.
- Jakarta Timur naik 0,2 persen YoY.
- Jakarta Barat naik 1,2 persen secara bulanan (MoM).
- Jakarta Selatan naik 0,9 persen MoM.
- Jakarta Utara naik 0,6 persen MoM.

Ke segmen residensial, Jakarta Pusat mencatat Perkembangan median harga Tempattinggal tertinggi secara nasional Sebagai Tempattinggal Bersama luas bangunan Ke bawah 60 meter persegi.
Masih menurut data Flash Report, median harga Tempattinggal Ke segmen tersebut mencapai Rp900 juta atau Menimbulkan Kekhawatiran 47,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sambil Itu, Ke sektor properti komersial, tingkat keterisian atau okupansi Ke perkantoran Ke CBD (pusat Usaha) Jakarta mencapai 76% Bersama tarif sewa dasar rata-rata Rp212.000 per meter persegi per bulan.
Tidak adanya tambahan pasokan gedung Terbaru Ke Q1 2026 turut mendukung stabilitas harga sewa Di dua tahun Ke Di.
Pasar Properti Lebih Rasional dan Berbasis Fundamental
VP Marketing Rumah123, Firman Pamungkas menjelaskan Lebih Jelas mengenai kenaikan minat properti Ke Jakarta.
Menurut dia, beberapa tahun terakhir memang ada kekhawatiran mengenai daya tarik Jakarta yang berkurang Lantaran adanya Ide pemindahan ibu kota.
Tetapi ternyata, data Menunjukkan, Jakarta tetap menjadi pusat Karya Peningkatan Ekonomi.
“Di Karya Usaha, lapangan kerja, dan infrastruktur utama masih terkonsentrasi Ke Jakarta, permintaan properti Berencana tetap terjaga,” kata Firman Pamungkas, dikutip Di Siaran Pers Rumah123.
Lebih Jelas, Firman menjelaskan, pasar properti Pada ini Lebih rasional dan berbasis fundamental.
Rumah123 Memperhatikan, Pada ini investor atau pencari Tempattinggal Pada ini fokus Ke faktor-faktor mendasar, yakni konektivitas, aksesibilitas, Standar infrastruktur, dan potensi Perkembangan nilai properti jangka panjang.
“Keputusan pembelian tidak lagi semata-mata didorong Dari sentimen, tetapi Dari kebutuhan dan prospek Penanaman Modal yang lebih terukur,” ujar Firman.
Hal Berbeda Terjadi Ke Kawasan Penyangga IKN
Berbeda Di Jakarta yang Merasakan kenaikan minat pencari properti, Daerah penyangga IKN justru Merasakan penurunan.
Balikpapan justru mencatat penurunan proporsi pencarian sebesar 0,4% secara tahunan.
Hal tersebut diungkapkan Dari Head of Research Rumah123, Marisa Jaya.
“Hal ini Menunjukkan bahwa Komunitas Lebih Merencanakan kepastian Karya ekonomi, akses lapangan kerja, dan kebutuhan hunian riil Di Memutuskan keputusan properti,” ujar Marisa Jaya, dikutip Di Siaran Pers.
Pasar properti Ke Balikpapan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara (PPU) Lagi memasuki fase normalisasi atau masa kembali normal.
Sebelumnya, memang terjadi periode Perkembangan yang didorong Dari Ide pemindahan ibu kota dan sentimen pembangunan IKN.
Lantaran adanya penundaan penerbitan Keputusan Pemimpin Negara mengenai pemindahan ibu kota, kalangan investor masih bersikap wait-and-see.
Hal tersebut berdampak Ke volume transaksi, Kendati harga properti Secara Keseluruhan masih relatif stabil.
Berikut adalah data penjualan dan pencarian properti Ke kawasan penyangga IKN menurut data Flash Report:
Balikapapan
- Penjualan Tempattinggal Terbaru turun 55,6% secara tahunan Ke kuartal pertama 2026. Segmen Tempattinggal tipe kecil yang turun 67,0% YoY, diikuti tipe besar yang turun 40,6% YoY dan tipe menengah 19,1% YoY.
- Di 78% transaksi residensial Ke Balikpapan masih bergantung Ke fasilitas KPR. Tetapi, ada perlambatan Perkembangan kredit pemilikan Tempattinggal Di 5,26% menjadi 5,02% YoY yang turut menekan volume transaksi.
- Standar kredit properti justru Menunjukkan perbaikan, mengindikasikan pasar mulai didominasi Dari pembeli berbasis kebutuhan riil dibandingkan Karya spekulatif.

Penajem Paser Utara
- Sebanyak 86,2% pencari properti Ke Daerah ini masih mencari tanah kosong. Mencerminkan keyakinan, IKN masih Memperoleh prospek Penanaman Modal jangka panjang.
- Profil pencari properti didominasi kelompok usia 25-34 tahun Bersama kontribusi signifikan Di DKI Jakarta. Permintaan masih banyak berasal Di investor luar Lokasi.
Jakarta dan IKN Berencana Saling Melengkapi
Marisa Jaya menjelaskan, koridor IKN tidak kehilangan daya tariknya.
Menurutnya, yang terjadi Pada ini adalah pergeseran karakter pasar Di fase yang didominasi ekspektasi Ke fase yang lebih selektif dan berbasis kebutuhan riil.
“Tingginya minat Di tanah Ke Penajam Paser Utara Menunjukkan bahwa investor masih melihat potensi jangka panjang kawasan tersebut seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur dan Pembaruan Daerah,” kata Marisa.
Lebih Jelas ia menjelaskan, Jakarta dan IKN Berencana memainkan peran yang saling melengkapi Di peta properti nasional.
Jakarta diprediksi masih tetap menjadi pasar properti terbesar dan paling matang Ke Indonesia.
Sambil Itu, IKN dan kawasan penyangga Ke sekitarnya, Berpeluang berkembang sebagai pasar jangka panjang yang didukung pembangunan infrastruktur, Perkembangan ekonomi regional, dan proses perpindahan pemerintahan yang berlangsung secara bertahap.
***

Demikian informasi terbaru seputar Situasi terkini pasar properti, khususnya Ke Jakarta dan IKN.
Sebagai marketplace properti terdepan Ke Indonesia, Rumah123 Berencana terus Menampilkan data, informasi, dan solusi pencarian properti yang membantu Komunitas Memutuskan keputusan Bersama lebih Self-Esteem.
Sejalan Bersama semangat #RumahUntukSemua, Rumah123 berkomitmen mendampingi setiap individu menemukan hunian maupun Potensi Penanaman Modal yang sesuai Bersama kebutuhan mereka, Ke mana pun lokasi dan tahap perjalanan propertinya.
Temukan analisis lengkap dan angka terbaru Ke berbagai kota lainnya Melewati Flash Report Rumah123.
Artikel ini disadur –> rumah123.com Indonesia: Minat Pencarian Properti Menguat Ke Jakarta, Kawasan IKN Justru Berbeda











