Living  

Viral Gebrakan Warga Olah Sampah Dapur Karena Itu Kompos Pakai Gerobak Listrik

Jakarta

Kesadaran Berencana kelestarian lingkungan kini tidak lagi sekadar wacana, melainkan Unjuk Rasa nyata yang dimulai langsung Untuk tingkat rukun tetangga (RT). Berawal Untuk inisiasi warga RT 11/07 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, membuat gebrakan Mutakhir yang viral Ke media sosial Melewati akun @ertesebelas07. Mereka Memperkenalkan solusi Untuk mengolah sampah langsung Untuk sumbernya.

Lewat Unjuk Rasa peduli lingkungan yang swadaya dan inovatif ini, warga memanfaatkan gerobak listrik KomLing (Kompos Keliling) Untuk menjemput sampah organik sesama warga serta alat “Smart Geprek” Untuk botol plastik. Unjuk Rasa ini membuktikan bahwa penyelamatan bumi bisa dimulai Untuk pekarangan Rumah sendiri.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Gambas:Instagram]

Bayangkan jika tidak ada lagi sampah organik Untuk dapur Rumah tangga yang menumpuk sia-sia dan berakhir Ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Bukan sekadar mimpi, Ketua RT 11, Imam Basori, mewujudkan hal tersebut secara nyata Bersama Mengintroduksi KOMA (Kompos Mandiri), sebuah Pembaharuan pengolahan sampah organik komunitas yang mampu mengubah sisa Konsumsi, sayuran, dan kulit buah menjadi kompos bernilai guna.

KOMA menjadi kelanjutan Untuk Pembaharuan KomLing yang dirancang Bersama pendekatan “jemput bola”, Ke mana gerobak listrik tersebut berkeliling Untuk Rumah Ke Rumah warga Untuk mengangkut limbah dapur Bersama kapasitas mencapai 100 kg.

Guna Menarik Perhatian antusiasme warga sekaligus Memperbaiki kepedulian lingkungan, gerakan ini juga dikemas Bersama cara yang sangat seru dan kreatif. Proses pemilahan dan penjemputan sampah Untuk dapur Rumah tangga ini didukung Dari jingle unik berjudul “KomLing Mania” yang diputar Pada petugas berkeliling, membuat suasana kerja bakti Ke lingkungan RT terasa Lebihterus kompak, meriah, dan menyenangkan.

Inspiratif! Unjuk Rasa warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Mutakhir, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Untuk 6 jam, limbah sukses Karena Itu kompos siap pakai. Foto: Dok. pribadi Imam Basori.

Selain gerobak kompos, warga juga menyediakan Kardus donasi sampah botol plastik yang terintegrasi Bersama alat pengeksekusi botol, guna Merangsang terciptanya ekonomi sirkular dan lingkungan yang bersih Ke tingkat paling bawah.

Melewati ekosistem terpadu ini, Pembaharuan RT 11/07 Gandaria Utara berhasil menjadi Pada Untuk Konsep Smart Green Safe Village 5.0 yang mengintegrasikan Keselamatan berbasis Keahlian, pengelolaan sampah, urban farming, hingga ketahanan Ketahanan Pangan.

Menurut Imam Basori, masa Di pengelolaan sampah bukan lagi bergantung Ke TPA yang kapasitasnya Lebihterus terbatas, melainkan dimulai Untuk perubahan perilaku Kelompok Ke lingkungan terkecil. Jika setiap RT mampu mengelola sampahnya sendiri Untuk sumbernya, maka solusi besar Untuk persoalan Dunia terbukti bisa dimulai Untuk sebuah rukun tetangga.

Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai.Inspiratif! Unjuk Rasa warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Mutakhir, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Untuk 6 jam, limbah sukses Karena Itu kompos siap pakai. Foto: Dok. pribadi Imam Basori.

Unggahan Unjuk Rasa warga Untuk mengolah sampah tersebut langsung menyebar luas Ke media sosial dan sudah Menyaksikan lebih Untuk 41,3 ribu Likes Ke Instagram.

Pemerintah aja kalah wkwkwk,” ucap User Instagram @adamcreatife.

Sangat menginspirasi sekali bang, keren Langkah nya🔥 semoga komlingnya makin banyak unitnya 😁✨” takjub akun @pacomar.crew.

Pengen tau detil mesin pengolah sampah dapurnya dong Pak RT,” penasaran akun @fadli.aburiyads.

Konfirmasi Wolipop

Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai.Inspiratif! Unjuk Rasa warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Mutakhir, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Untuk 6 jam, limbah sukses Karena Itu kompos siap pakai. Foto: Dok. pribadi Imam Basori.

Kesuksesan transformasi lingkungan ini tidak lepas Untuk sosok ketua RT. Wolipop sudah mewawancarai Imam Basori (43 tahun), atau yang akrab disapa Ibas. Siapa sangka, Ke balik seragam dinasnya sehari-hari, pria asal Jakarta Selatan ini adalah pencetus gerakan revolusioner Ke kawasannya.

“Sehari-hari saya bertugas sebagai Polisi dan diamanatkan sebagai ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Mutakhir, Jaksel,” ungkap Ibas kepada Wolipop.

Gerakan ini awalnya tidak langsung Memusatkan Perhatian Ke lingkungan, melainkan Untuk Topik Keselamatan. Ibas resah Bersama kerawanan sosial yang mengintai warganya. “Pertama Untuk adanya keresahan Kelompok Berencana curanmor, kriminalitas, dan peredaran Penyalahgunaan Narkotika. Kami ingin membentengi warga Bersama sistem Keselamatan modern,” jelasnya.

Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai.Inspiratif! Unjuk Rasa warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Mutakhir, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Untuk 6 jam, limbah sukses Karena Itu kompos siap pakai. Foto: Dok. Instagram @jaksel.berkabar.

Untuk keresahan itulah, Ibas membangun sistem Keselamatan terintegrasi berbasis Keahlian. Mulai Untuk pemasangan E-Gate 11, GPS, alarm panic button, CCTV, hingga Langkah Si Jaga Warga. “Kita awali Bersama pondasi sistem aman dulu. Mutakhir lahir rasa nyaman dan bisa berkelanjutan,” tambah Ibas.

Setelahnya kampung dirasa aman, Ibas mulai membidik masalah darurat lain yang tak kalah krusial, yaitu Topik lingkungan dan sampah yang menumpuk. Terlebih, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sudah berada Untuk Kebugaran kritis.

“Sampah Karena Itu masalah Sebab hilir Bantargebang sudah over capacity. Agar kita Berkreasi jemput bola Bersama door to door pakai KomLing (Kompos Keliling), KOMA (Komposter Mandiri), dan Smart Geprek. Kita bikin Konsep Smart Green Safe Village 5.0. From security to sustainability,” papar Ibas mengenai visi besarnya.

Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai.Inspiratif! Unjuk Rasa warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Mutakhir, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Untuk 6 jam, limbah sukses Karena Itu kompos siap pakai. Foto: Dok. Instagram @jaksel.berkabar.

Kepada Wolipop, Ibas secara khusus membeberkan proses sulap sampah organik yang mereka lakukan secara instan Ke lapangan menggunakan Keahlian gerobak listrik mereka. Proses daur ulang yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu, kini bisa dipangkas hanya Untuk hitungan jam.

“Kita jemput bola sampah dapur Rumah tangga, lalu kita olah Bersama alat yang ada Ke KomLing. Untuk waktu 6 jam sudah berubah Karena Itu kompos dan siap pakai,” ungkapnya.

Kerja keras Ibas dan warganya kini berbuah manis. Kampung mereka yang dulu biasa saja, kini menjelma menjadi percontohan Untuk Daerah lain. “Reaksi warga alhamdulillah respon positif, Justru sudah banyak warga luar studi tiru Ke lingkungan kita,” pungkas Ibas Bersama bangga.

Inspiratif! Aksi warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Dalam 6 jam, limbah sukses jadi kompos siap pakai.Inspiratif! Unjuk Rasa warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Mutakhir, Jaksel, kelola sampah dapur pakai gerobak listrik. Untuk 6 jam, limbah sukses Karena Itu kompos siap pakai. Foto: Dok. Instagram @jaksel.berkabar.

(gaf/eny)



Artikel ini disadur –> Wolipop.detik.com Indonesia: Viral Gebrakan Warga Olah Sampah Dapur Karena Itu Kompos Pakai Gerobak Listrik

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่