Ringkasan Artikel:
- Resale Price Index (RPI) Rumah123 tumbuh 0,9% YoY Ke Juli 2026, tertinggal Di Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa nasional 2,9%, pola yang konsisten Sebelum April 2025.
- Suku bunga acuan Bank Indonesia kini 4,75%, turun 150 basis Nilai Sebelum September 2024, Di estimasi SBDK KPR/KPA Hingga kisaran 8,92%.
- Hingga sisi lain, supply Rumah sekunder turun 16,4% YoY. Tangerang lokasi paling dicari (14,7%),
Sambil Itu Jakarta Selatan mencatat kenaikan proporsi pencarian tahunan tertinggi (1,2%).
Di 16 bulan berturut-turut Sebelum April 2025, Fluktuasi Harga Rumah sekunder Hingga Indonesia konsisten berada Hingga bawah laju Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa.
Flash Report Agustus 2026 by Rumah123 mencatat Resale Price Index (RPI) nasional hanya tumbuh 0,9% secara tahunan hingga Juli 2026. Sambil Itu, Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa nasional Ke periode yang sama mencapai 2,9%.
Selisih sebesar 2 Nilai persentase tersebut Menunjukkan bahwa Sesudah memperhitungkan Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa, harga Rumah sekunder secara riil bukan Merasakan kenaikan, melainkan justru melemah.
Kepuasan ini terjadi Hingga Ditengah suku bunga acuan Bank Indonesia yang berada Hingga level 4,75%, turun 150 basis Nilai Sebelum September 2024. Hingga sisi lain, estimasi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) Sebagai KPR/KPA berada Hingga kisaran 8,92%.
Akan Tetapi, Kepuasan pasar ini Memperoleh catatan penting. Volume suplai Rumah sekunder Ke Juli 2026 turun 16,4% secara tahunan, meski secara bulanan masih tumbuh tipis sebesar 0,2%.
Artinya, Potensi Untuk Kandidat pembeli Sebagai Merasakan harga yang lebih Memikat masih terbuka. Akan Tetapi, jumlah pilihan Rumah sekunder yang tersedia Hingga pasar justru Lebihterus terbatas.
Kawasan Penyangga Dari Sebab Itu Incaran Pencari Properti

Marisa Jaya, Head of Market Research Rumah123 mengatakan bahwa berdasarkan data yang ada, Kelompok masih aktif mencari properti, terutama Hingga Daerah penyangga Jakarta dan kawasan yang punya daya tarik hunian maupun Penanaman Modal Untuk Negeri.
“Tapi Ke Di yang sama, supply Rumah sekunder secara tahunan menurun. Artinya, Kelompok tidak hanya perlu mencari Rumah yang sesuai kebutuhan, tetapi juga perlu memperhatikan pilihan yang masih tersedia Hingga lokasi yang mereka incar,” ujar Marisa.
Baca juga:
Harga Properti Sekunder Tumbuh 1,1%, Segmen Rumah Ukuran Besar Melesat hingga 46,7%
Di sisi minat pencarian, Tangerang menjadi lokasi Di proporsi terbesar Ke Juli 2026 yaitu 14,7%, disusul Jakarta Selatan 12,9% dan Jakarta Barat 10,2%.
Yang Memikat adalah arah pergerakannya. Secara tahunan, kenaikan proporsi popularitas tertinggi justru tercatat Hingga Jakarta Selatan (1,2%) dan Jakarta Pusat (1,0%), diikuti Tangerang Selatan, Jakarta Utara, dan Solo.
Sambil Itu Tangerang, meski masih memimpin Di sisi volume, mencatat penurunan proporsi tahunan sebesar 1,0%. Pola ini Menunjukkan minat pencari Rumah mulai bergerak kembali Hingga arah pusat kota.
Pergerakan Harga Properti

Makassar mencatat kenaikan tahunan tertinggi sebesar 10,0%, diikuti Denpasar 6,3% dan Bogor 3,7%. Hingga Jabodetabek, Bogor tumbuh 3,7%, Bekasi dan Depok masing-masing 2,3%, Tangerang 1,1%, dan Jakarta 0,4%.
Sebanyak 10 Di 13 kota Untuk indeks Rumah123 mencatatkan Fluktuasi Harga tahunan, Sambil Itu Surabaya terkontraksi 0,5%.
“Angka nasional memang Menunjukkan Perkembangan yang terbatas, tapi ketika dilihat per kota, perbedaannya cukup signifikan. Ini yang membuat pencari Rumah perlu melihat pasar secara lebih spesifik. Rumah Hingga Jakarta tentu punya dinamika yang berbeda Di Tangerang, Bogor, atau Makassar,” kata Marisa.
Baca juga:
Analisis Pasar Properti: Pentingnya Memanfaatkan Data Sebelumnya Membahas Keputusan Usaha
Denpasar menjadi contoh pasar Di karakter sendiri. Fluktuasi Harga tahunannya 6,3% jauh Hingga atas rata-rata nasional, ditopang permintaan Di dua sisi.
Di sisi Foreign, Aturan Second-Home Visa dan Golden Visa Merangsang minat investor internasional, terutama Di Eropa, Australia, dan kawasan Asia Pasifik.
Di sisi domestik, Bali tetap menjadi pilihan utama Penanaman Modal Untuk Negeri properti dan second home Untuk kalangan menengah atas. Kombinasi permintaan solid dan keterbatasan lahan menjadi fondasi Perkembangan harga Hingga kota ini.
Pergerakan Harga Berdasarkan Ukuran Rumah

Perbedaan juga terlihat berdasarkan ukuran hunian. Sebagai Rumah Di luas bangunan hingga 60 m², Jakarta Selatan mencatat Perkembangan median harga tertinggi sebesar 29,4% YoY Di median harga Rp1,1 miliar.
Ke segmen 61–90 m², Perkembangan tertinggi tercatat Hingga Yogyakarta sebesar 28,4% Di median harga Rp1,1 miliar.
Sebagai luas 91–150 m², Makassar mencatat Perkembangan 12,3% Di median harga Rp1,6 miliar.
Dua segmen Di Perkembangan tercepat bulan ini adalah segmen luas bangunan terkecil, segmen yang paling banyak dicari pembeli Rumah pertama.
***
Baca analisis lengkap dan data terbaru edisi Agustus 2026 Melewati Flash Report Rumah123.
Saatnya temukan Rumah impian hanya Hingga Rumah123, #RumahUntukSemua.
Semoga informasinya bermanfaat.
Artikel ini disadur –> rumah123.com Indonesia: Fluktuasi Harga Rumah Sekunder 0,9%, Tangerang Lokasi Paling Dicari











